Yuk Belajar Berkebun Sejak Dini

yuk-belajar-berkebun-sejak-dini
Anak-anak mengecat pot untuk media tanam sayuran di Tlogo Land. (Terakota/Faisal Rachmat A.L)

Reporter : Faisal Rachmat A.L

Terakota.idPuluhan anak-anak berusia empat tahun sampai delapan tahun duduk bersimpuh. Tangan kiri memegang pot plastik, sedangkan kanannya memegang kuas lukis. Di depan cat minyak warna-warni siap menghias pot. Kuas direndam dalam cat minyak. Perlahan-lahan mereka menorehkan kuas di atas pot.

Aktivitas mengasyikkan, mereka tampak tekun melukis dan mewarna pot didampingi orang tua. Pot dihias warna-warni dan dengan beragam motif penuh warna. Sebagian memilih berlarian dan berkejaran di sekitar Tlogo Land, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Anak-anak ini tengah mengikuti petualangan bersama gogo, Ahad 7 Juli 2019. Kegiatan diselenggarakan Costa Consultant, kelompok praktikum Public Relations Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Bekerjasama dengan Tlogo Land.  Tlogo Land merupakan kolam pemandian di kawasan Malang utara.

Usai mewarnai pot, anak-anak diajak memilih bibit aneka sayuran. Orang tua mendampingi dan membantu peserta mengambil dan meletakkan bibit sayuran beserta tanah sebagai media tanam di dalam pot.  Mereka antusias sembari berbaris rapi, mengambil bibit.

Mereka tampak riang gembira menanam bibit sayuran di dalam pot. Sesekali bertanya mengenai sayuran yang ditanam. “Ini sayur apa? Kapan bisa dipanen?,” tanya salah satu peserta.

Agung, salah seorang orang tua yang mendampingi anaknya mengaku tertarik mengajak anaknya bermain dan belajar di sini. Agar anaknya mengenal aneka tanaman dan sayuran. “Juga agar memiliki jiwa sosial, berinteraksi dengan teman-temannya,” katanya.

Pengelola program petualangan bersama Gogo, Nabella Azhariana mengaku prihatin anak-anak lebih akrab dengan gawai atau gadget. Mereka mengisi libur sekolah dengan bermain gawai. “Kegiatan ini salah satu cara mengalihkan perhatian anak dari gawai. Aktivitas dan kreativitas di sini bisa mengembangkan syaraf motorik anak,” ujarnya.

Selain itu, juga mengajak berkebun sejak dini. Tlogo Land, katanya, juga  mendukung pendidikan dan gerakan cinta lingkungan. Anak-anak diajarkan untuk menanam sejak dini, sehingga mampu memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah. Agar hijau dan bisa memetik hasil.

“Tlogo Land menjaga lingkungan hidup dengan penghijaun. Ini pesan yang harus disampaikan kepada pengunjung,” katanya.

Ketua Costa Consultant, Julian Dwinusto menjelaskan petualangan bersama Gogo mengajak anak-anak bermain, menanam, berwisata alam dan menjelajahi Tlogo Land. Agar menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan hidup. Agar kelak terus mencintai usaha menanam aneka tanaman.

“Mereka tahu bagaimana menanam, menyiram dan merawat ytanaman sejak dini,” ujarnya.

Puluhan peserta berasal dari Blimbing, Lowokwaru, Pandansari dan Lawang. Petualangan bersama Gogo terdiri dari menari, melukis pot, menanam bibit sayuran, outbound, mobil kamis membaca UMM, konsultasi psikologi, dan dongeng teaterikal oleh Gerakan Dongeng Indonesia (Gendong).

Dogeng untuk Anak

yuk-belajar-berkebun-sejak-dini
Gerakan Dongeng Indonesia (Gendong) berbagi cerita dan dongeng kepada anak-anak di Tlogo Land. (Terakota/Faisal Rachmat A.L)

Anak-anak duduk bersimpuh, meriung memperhatikan dua perempuan berjilbab di depan. Mereka tak berkedip mendengar dongeng “Pohon” yang disampaikan Tyas dan Ica pendongeng dari Komunitas Gendong. Dongeng tentang si Gogo, seekor panda yang merawat tumbuhan dan memberikan manfaat pada masyarakat sekitar.

Usai mendengar dongeng, diharapkan mereka saling memaafkan, bergotong royong, dan menyayangi teman,” katanya. Selain itu lebih rajin menanam pohon. Lantaran pohon dibutuhkan untuk menghasilkan oksigen untuk bernafas.

Tyas menambahkan kegiatan ini bagus untuk menumbuhkan rasa kekeluargan. Merekatkan jalinan antara anak dan orang tua. “ Sekarang orang tua sibuk bekerja, saat akhir pekan lebih baiknya meluangkan waktu bermain bareng.”

Salah seorang ibu, Ika senang waktu bersama anaknya lebih berkualitas. Serta mendapat pengetahuan dan dongeng yang mengajak anak-anak untuk berimajinasi lebih jauh. Selama ini, mereka biasa bermain gawai atau berbelanja di pusat perbelanjaan atau mal. “Ini bisa jadi alternatif kegiatan anak di rumah,” katanya.

Ia akan mengajak anaknya untuk menanam dan merawat tanaman di rumah. Serta berharap anak-anaknya senantiasa menyukai aktivitas berkebun.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini