Yowis Ben, Ditonton Wong Sak Ndunyo

Bayu mengaku awalnya minder membuat film. Lantaran jika youtube cuma membuat video berdurasi lima menit, film berdurasi 1,5 jam sampai 2 jam. Ia terlecut setelah empat tahun lalu Youtuber Skinnyindonesian24 membuat naskah film layar lebar. “Kenapa dulu ditolak? Seharusnya berani saja. Akhirnya merintis lagi, nah ada film ini.”

Awalnya Minder

Bayu Skak saat ditemui Terakota,id di rumahnya. (Terakota/Aries Hidayat).

Bayu mengaku awalnya minder membuat film. Lantaran jika youtube cuma membuat video berdurasi lima menit, sedangkan film berdurasi 1,5 jam sampai 2 jam. Ia terlecut setelah empat tahun lalu Youtuber Skinnyindonesian24 membuat naskah film layar lebar. “Kenapa dulu ditolak? Seharusnya berani saja. Akhirnya merintis lagi, nah ada film ini.”

Ide membuat film yowis ben dimulai dari band yang dibentuknya bernama Bayu SKAK and The Band. Dibentuk sejak 2013, dia sering diundang mengisi pensi di sekolah. Nah, saat diundang dia bingung mau menampilkan apa saja. “Aku ngapain? Aku bukan stand up comedy. Dulu kan aku ngeband  ya bentuk band. Awalnya iseng. Diundang ke sekolah, ya main band.”

Dia menulis lirik dan teman-temannya mengaransemen lagu. Lirik lagu yang lucu, sejumlah lagu akan ditampilkan di film. Bukan lagu cinta-cintaan, katanya, judulnya aja bolos sekolah, kanca sing apik, dan mangan pecel. “Aku punya ide, liriknya dibuat. Tapi dari segi musik kurang bisa  aransemen lagu dibantu  teman-teman. Akhirnya jadi,” tutur Bayu.

Bayu mengaku merasa terkenal setelah videonya ditonton seribu orang. Saat ke sekolah banyak temannya yang memuji. Awalnya hanya teman sekitarnya yang tahu. Mulai masuk kuliah dia mulai dikenal publik secara luas. Saat ke pusat perbelanjaan ada orang yang menghampiri dan meminta foto bareng.

“Gendeng (Gila) video dilihat banyak orang. Lo, aku ini siapa? Ternyata banyak yang menonton videoku.”

Apresiasi ini memicunya untuk terus berkarya. Sehingga menjadi alasan untuk berkarya, karena ada yang menonton. Dalam sebulan target empat video, sehingga seminggu memproduksi satu video. “Belum bisa memenuhi target. Tiba-tiba intens, kemudian ada tawaran main film di Jakarta akhirnya tak bisa produksi video baru.”

Gara-gara aktivitasnya, kuliah terganggu. Namun ia berjanji akan menjalani pekerjaannya sembari menyelesaikan kuliah. “Sambil berjalan dan menyelesaikan kuliah. Sabar lah,” katanya.

Poster film yowis ben produksi starvision. Film berbahasa Jawa mengisahkan anak band siswa SMA di Malang, (Poster Starvision).

Sekarang rata-rata pendapatannya sekitar 2 ribu sampai 3 ribu dolar Amerika per bulan. Selain itu, juga dikontrak dengan sejumlah brand. Nilanya  tergantung project sekitar 5 ribu sampai 6 ribu dolar  Amerika.

Seluruh proses kreatif dilakukan di Malang. Setiap hari ia menulis catatan di gawai atau smartphone. Menulis apa yang dilakukan seharian. Sehingga proses kreatif berjalan dan beragam tema yang menarik. “Bertemu gadis galau, ditulis saja, Kemudian di-breakdown bisa gak ini dibuat sebuah ide cerita? Bisa ya dikerjakan.”

Menurutnya penonton di televisi berbeda dengan youtube. Penonton televisi tak memiliki pilihan, hanya menonton apa yang disuguhkan. Sementara di Youtube penonton bisa memilih dan komentar.

Kadang ia mengaku jenuh, untuk membunuh kejenuhan dan malas ia berlibur ke luar negeri. “Ya, jalan-jalan dulu ke Thailand, kobong (terbakar) kepala ini. Menulis  saat liburan, menemukan ide.”

Bayu Skak menyatakan akan terus berkarya, sampai kapanpun. “Sekarang makan dari ini, yowis ditekuni saja.”

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini