You and I, Kisah Persahabatan Dua Perempuan Mantan Tapol

You and I, film dokumenter arahan sutradara Fanny Chotimah Ini mengangkat kisah persahabatan yang unik dari sepasang mantan tahanan politik. (Foto : dokumentasi KawanKawan Media).

Terakota.idBioskop Online dan KawanKawan Media mempersembahkan sebuah film dokumenter berjudul ‘You and I’  untuk perempuan Indonesia. Film ‘You and I’ mengisahkan Kaminah dan Kusdalini, dua sahabat tahanan politik (Tapol) 1965. Keduanya dipertemukan di dalam penjara saat pergolakan politik 1965.

Film ini menyampaikan pesan mengenai kehidupan mantan tahanan politik 1965. Kaminah dan Kusdalini mengenang  kehidupan pahit mereka sebagai mantan tapol. Keduanya juga berusaha mengingat dan tak melupakan sejarah kelam yang pernah mereka lewati. Film dokumenter You and I  dapat disaksikan di aplikasi Bioskop Online sejak 9 April 2021.

Film dokumenter arahan sutradara Fanny Chotimah Ini mengangkat kisah persahabatan yang unik dari sepasang mantan tahanan politik. Namun, ternyata memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan mampu menguras air mata penonton. Fanny Chotimah mengaku ingin menyuarakan keadilan.

“Apa yang dialami Kaminah dan Kusdalini adalah bentuk ketidakadilan, yang  mungkin dialami siapa saja. Kisah mereka adalah sebuah ironi kehidupan,” kata Fanny dalam siaran pers yang diterima Terakota.id.

Fanny mengaku tidak pernah bisa membayangkan bagaimana mereka dipertemukan di tempat yang  mengerikan. Tak semua orang, katanya, mau mengalaminya. Mereka bertemu saat masa muda di penjara. Kemudian melalui hidup dengan mimpi yang telah hancur selama lebih dari  50 tahun.

“Terlepas dari keyakinan politik mereka, dipenjara tanpa proses peradilan seperti yang telah  mereka alami adalah bentuk ketidakadilan,” ujar Fanny. Jika itu terjadi pada mereka, ujar Fanny, bukan tidak mungkin juga terjadi  pada siapapun.

“Ini yang menjadi perhatian saya. Saya percaya pada keadilan dan kemanusiaan,” ujarnya. Banyak  perasaan yang tertuang dalam film dokumenter ini, termasuk rasa kehilangan saat salah seorang dari  mereka pergi lebih dulu.

“Semua perasaan ini sangat manusiawi, dan ini adalah kami, Anda dan saya,” kata Fanny. Film  ini tak hanya tahun terakhir hubungan mereka, tetapi juga tahun terakhir kehidupan mereka.

Film You and I berhasil menyabet berbagai penghargaan dari luar dan dalam negeri. Memenangkan penghargaan Asian Perspective Award dari 12th DMZ International Documentary Film Festival dan terpilih mendapat Official Selection di Asian Vision dari Singapore  International Film Festival 2020. Serta memenangkan Film Dokumenter Panjang Terbaik dari Festival Film Indonesia 2020.

President Digital Visinema Group Ajeng Parameswari menuturkan Bioskop Online mengapresiasi karya anak bangsa dan menjadi wadah para sineas Indonesia untuk membagikan karya mereka dalam berbagai format. Mulai film panjang, film pendek, hingga film dokumenter. “Salah  satunya film You and I yang sudah terbukti meraih beragam penghargaan baik di dalam negeri  maupun internasional,” katanya.

Ajeng melihat film You and I sebagai sebuah dokumenter berkualitas yang humanis dalam menceritakan kisah Mbah Kaminah dan Mbah Kusdalini. Keduanya sudah hidup bersama selama 50 tahun sejak  mereka keluar dari penjara.

“Harapan kami film You and I bisa dinikmati berbagai  lapisan masyarakat. Bisa sama-sama mengapresiasi, dan meneruskan semangat juang Mbah Kaminah dan  Mbah Kusdalini,” ujar Ajeng.

Film You and I telah dirilis di aplikasi Bioskop Online, dengan tiket seharga mulai dari Rp 10 ribu. Saat ini  aplikasi Bioskop Online juga sudah bisa diunduh melalui App Store dan Google Play Store.

Bioskop Online adalah sebuah layanan TVOD (Transaction Video On Demand) yang menawarkan kurasi  film dari berbagai produser film lokal dengan harga yang terjangkau. Mulai dari Rp5.000,- dan masa sewa  selama 48 jam. Konten di Bioskop Online terdiri dari antara lain film panjang, konten original  dengan durasi mid-feature, dan special show.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini