Wisata Gunung Bromo Bakal Dibuka Agustus

Asap dan Abu Vulkanik mencurat dari kawah Gunung Bromo di Jawa Timur, kamis (21/03). Walaupun Gunung Bromo sedang mengeluarkan asap dan abu Vulkanik sejak awal bulan maret, aktifitas warga dan wisatawan masih berjalan normal, hanya dilarang mendekat ke kawah aktif dengan radius 1 Km. Foto: Falahi Mubarok/ Terakota.id

Terakota.id–Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) bersiap membuka objek wisata Gunung Bromo. Setelah ditutup sejak masa pandemi COVID-19. Kegiatan pariwisata alam one day trip dapat dilakukan di wilayah zona hijau atau tidak terdampak dan zona kuning atau risiko rendah dan zona lain dengan rekomendasi tertulis dari Bupati.

Untuk persiapan diselenggarakan rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan wisata Gunung Bromo di kantor BBTNBTS, Rabu 1 Juli 2020. Rapat koordinasi menindaklanjuti Surat Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : 261/MenLHK/KSDAE/KSA.0/6/2020 tertanggal 23 Juni 2020 tentang Reaktivasi bertahap kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan Suaka Margasatwa Untuk Kunjungan Wisata Alam dalam kondisi transisi akhir COVID-19.

Juga berdasar Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 650/28404/118.1/2020 tanggal 19 Juni 2020. Tentang tatanan kenormalan baru sektor pariwisata Jawa Timur. Surat Edaran tersebut menyebutkan dalam usaha pemulihan ekonomi dampak pandemi COVID-19 diperlukan upaya pemulihan ekonomi di sektor pariwisata. Namun dengan tetap berpedoman dengan memperhatikan kriteria healht, hygine, security dan safety.

Rapat dihadiri Bupati Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang, pelaku usaha wisata, kelompok masyarakat pengiat wisata dan konservasi, dan tokoh masyarakat Tengger. Namun, sampai sekarang belum ada kepastian kapan akan dibuka secara resmi untuk wisatawan. Pembukaan Gunung Bromo menunggu rekomendasi dari Bupati. Sampai akhir Juli, kini petugas tengah mempersiapkan kondisi di lapangan.

Sedangkan menuju Gunung Bromo ada empat pintu masuk antara lain melalui Ngadas Kabupaten Malang, Ranupani Kabupaten Lumajang, Cemoro Lawang Kabupaten Malang dan Wonokitri Kabupaten Pasuruan. Sementara, saat ini hanya Lumajang yang kategori zona kuning.

“Yang jelas Agustus. Tanggal berapa tergantung rekomendasi dari Bupati,” kata Kepala BBTNBTS Jhon Kenedie usai rapat koordinasi.

Setelah dibuka, pengunjung hanya dibatasi antara 10 persen sampai 30 persen dari kapasitas atau daya dukung kawasan. Jika dihitung 20 persen, per hari 739 wisatawan. Rinciannya wisatawan di Pananjakan178 orang, Bukit Cinta28 orang, Bukit Kedaluh 86 orang per hari, padang sabana di bukit Teletubbies 347 orang, dan Mentigen 100 orang per hari.

Para pengunjung wajib memesan secara daring melalui bookingbromo.bromotenggersemeru.org. Selain itu, para pengunjung juga harus mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Meliputi kewajiban pengunjung mengenakan masker, diukur suhu badan, disediakan tempat cuci tangan. Selain itu, jarak antar wisatawan dibatasi minimal 1,5 meter.

cegah-penyebaran-virus-corona-gunung-bromo-ditutup
Asap dan Abu Vulkanik mencurat dari kawah Gunung Bromo di Jawa Timur, kamis (21/03). Walaupun Gunung Bromo sedang mengeluarkan asap dan abu Vulkanik sejak awal bulan maret, aktifitas warga dan wisatawan masih berjalan normal, hanya dilarang mendekat ke kawah aktif dengan radius 1 Km. Foto: Falahi Mubarok/ Terakota.id

Sementara pengunjung dilarang naik ke kawasan kawah Gunung Bromo. Lantaran bibir kawah berpotensi longsor dan berbahaya bagi keselematan pengunjung. Jhon menambahkan reaktivasi kawasan TNBTS untuk kunjungan wisata dilakukan secara bertahap dengan tetap berkoordinasi kepada Gugus Tugas COVID-19 dan Pemerintah Kabupaten setempat. Serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai pedoman yang berlaku.

Pelaku usaha wisata dan pengunjung wajib mengikuti protokol kesehatan dan panduan kunjungan wisata alam sesuai prosedur. Para pihak berkomitmen menyiapkan reaktivasi bertahap dalam masa transisi. Menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan wisata alam, sarana prasarana penunjang, kesiapan sumber daya manusia, dan sosialisasi.

BBTNBTS membentuk tim monitoring dan evaluasi terpadu beranggotakan BBTNBTS, gugus tugas COVID-19 dan, TNI, Polri, tokoh masyarakat Tengger dan pelaku usaha wisata. Pengunjung yang melanggar dijatuhi sanksi. Sedangkan jika kasus COVID-19, maka kegiatan wisata bisa sewaktu-waktu ditutup kembali.

Sedangkan perayaan Yadnya Kasada 2020 tetap diselenggarakan sesuai keyakinan masyarakat adat Tengger. Namun, khusus diperuntukkan bagi masyarakat adat Tengger dengan memperhatikan protokol kesehatan. Tertutup bagi wisatawan.

2 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini