Wayang Topeng Menginspirasi Mahasiswa di Era Digital

Para mahasiswa mengaku menyerap pengetahuan atas motif topeng Jabung. Meliputi ukuran dan karakter jenis ukiran yang berbeda dengan daerah lain. Hasil kunjungan bakal dirumuskan tim STIKI mendesain kemasan produk topeng Malang. Sekaligus untuk mendidik dan menggali nilai seni topeng yang adiluhung.

Mbah Suparjo, maestro topeng Jabung ditemani dua muridnya saat proses finising ukiran topeng Jabung. (Foto : Muhammad Nasai).

Oleh : Muhammad Nasai*

Terakota.id—Mahasiswa Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang menyambangi seniman di Sentra Topeng Malang di Jabung, Kabupaten Malang, Kamis 28 Maret 2019. Mahasiswa terdiri dari tim inkubator bisnis STIKI Malang dan mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV).

Mereka menemui pemahat topeng untuk membantu mendesain kemasan topeng. Lawatan awal dimulai tim inkubator bisnis STIKI ke seniman muda wayang topeng di Jabung. Meliputi Muhammad Sugeng, Syahroni, Nanang Nugroho.

Dilanjutkan menyambangi kediaman Mbah Suparjo, seorang perajin topeng yang menjadi guru bagi para pemahat atau penatah muda topeng Jabung. Mereka menyudahi akhir kunjungan di Bengkel Topeng Jabung, seniman Syahroni berkarya dan Mbah Suparjo, maestro topeng di dusun Argosari, Jabung. 

Aktivitas mahasiswa ini merupakan bagian dari nota kesepahaman antara STIKI Malang dan Singgasana Budaya Nusantara (SBN). Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dan ekonomi pelaku ekonomi kreatif, terutama seniman ukir topeng Malang.

Mendung bergelayut tak menyurutkan semangat mahasiswa STIKI Malang mengeksplorasi topeng Malangan di Jabung. Mereka mendokumentasikan setiap detail topeng dan perajin. “Kami mendokumentasikan berbentuk foto dan video. Nanti diolah digunakan media kampanye mengenalkan topeng lewat film dan media sosial,”  kata pimpinan tim, Setia Budi Sakaria dalam siaran pers yang diterima Terakota.id.

Tim inkubator bisnis STIKI Malang berfoto bersama Mbah Suparjo dan para penatah muda topeng Jabung. (Foto : Muhammad Nasai).

Program kerjasama ini dilakukan untuk melestarikan topeng Malang. Kunjungan bakal dilakukan secara berkala. Mengunjungi sentra topeng di Malang Raya mulai Jabung, Tumpang, Pakisaji, Lowok, Polowijen, dan Senggreng. Desain kemasan menarik, diharapkan menjadi daya Tarik topeng Malang sebagai produk kreatif. Kemasan apik bakal menjadi penarik utama pembeli topeng.


Para mahasiswa mengaku menyerap pengetahuan atas motif topeng Jabung. Meliputi ukuran dan karakter jenis ukiran yang berbeda dengan daerah lain. Hasil kunjungan bakal dirumuskan tim STIKI mendesain kemasan produk topeng Malang. Sekaligus untuk mendidik dan menggali nilai seni topeng yang adiluhung.

SBN, tengah berkonsentrasi mendampingi seniman topeng Malang. Perwakilan SBN Eka Wahyudi berharap seni tradisi topeng Malang semakin dikenal. Serta menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang bertumpu terhadap kesenian tradisi yang harus dijawab.

Topeng Jabung dengan purwarupa kemasan produksi STIKI Malang. (Foto : Muhammad Nasai).

“Kerjasama diawali sebagai jembatan antara seniman seni tradisi,” katanya. Terutama bagi para pemahat topeng untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya topeng. Progam kerjasama berupa pemasaran dan branding atau edukasi produk ekonomi kreatif budaya topeng.

Selain kemasan produk, kerjasama memiliki misi untuk memajukan seni wayang topeng Malang serta pemberdayaan ekonomi seniman topeng. Program selanjutnya bakal menampilkan karya seniman topeng dalam pameran di STIKI Malang.

Sedangkan para mahasiswa diharapkan terinspirasi wayang topeng Malang untuk diversifikasi produk digital. Mulai games atau permaianan, aplikasi, dan film yang berbasis seni budaya topeng.

*Pegiat dan pendamping perajing topeng Malang

Pembaca Terakota.id bisa mengirim tulisan reportase, artikel, foto atau video tentang seni, budaya, sejarah dan perjalanan ke email : redaksi@terakota.id. Tulisan yang menarik akan diterbitkan di kanal terasiana.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini