Wabah Corona dan Kiprah Seniman Malang

wabah-corona-dan-kiprah-seniman-malang
Sebanyak 40 karya seni dipamerkan dalam bursa karya seniman Kota Malang di gedung DPRD Kota Malang. (Terakota/Eko Widianto).

Terakota.id–Puluhan lukisan beragam aliran terpampang di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Lukisan indah dan ekspresif ini menarik pengunjung gedung dewan. Untuk sekadar melihat lukisan atau tertarik membeli karya para perupa asal Kota Malang. Bursa karya seniman Kota Malang (Saka Se Talang) 16-20 Maret 2020 ini diselenggarakan Dewan Kesenian Malang (DKM).

Di antara lukisan yang terjajar, Sunaryo menggoreskan cat minyak di atas kanvas. Tekun, dan konsentrasi ia menuangkan ide dan inspirasi dalam sebuah karya lukis. Perupa beraliran semi ekspresionis ini berharap bursa seni dilangsungkan rutin. Menjadi agenda tahunan, sehingga bisa menunjukkan eksistensi para seniman di Malang.

“Seniman akan terus berkarya,” katanya. Tak banyak pengunjung yang hadang, wabah corona menyebabkan banyak warga Malang yang beraktifitas di rumah. Sedangkan bagi pengunjung harus melewati sejumlah pegawai DPRD Kota Malang. Di depan pintu gedung dewan, petugas mengukur suhu badan dengan thermo gun.Pengunjung juga wajib membasuh tangan dengan cairan antisepktik.

wabah-corona-dan-kiprah-seniman-malang
Sunaryo tekun melukis di sela pameran bursa karya seniman Kota Malang di gedung DPRD Kota Malang. (Terakota/Eko Widianto).

Pameran sekaligus bursa seni, katanya, dibutuhkan juga menjadi wadah seniman menunjukkan karya ke publik. Termasuk menjual karya mereka. Untuk itu, ia berharap pameran dan bursa serupa dilangsungkan di pusat perbelanjaan atau hotel untuk menarik minat pembeli.

DKM, katanya, sebagai wadah para seniman bisa memfasilitasi mereka untuk menuangkan ide dan gagasan dalam sebuah pameran. Sedangkan seniman bakal focus untuk terus berkarya, dan memproduksi seni lukis sebanyak-banyaknya. “DKM menjadi wadah sekaligus mengangkat nama Kota Malang melalui karya seni,” katanya.

Selama ini, ujar Sunaryo, kiprah seniman dan DKM belum kelihatan moncer, Jika bursa seni dilakukan rutin dan menjadi agenda tahunan diharapkan bakal menarik wisatawan atau peminat seni untuk berburu karya seni di Kota Malang. Ia juga berharap, “mudah-mudahan terus DKM memfasilitasi pameran,” katanya.

Selain itu, juga dibutuhkan sebuah ruang pamer atau galeri yang representatif. Sedangkan galeri di DKM belum representatif. Sekretaris DKM, Yuyun Sulastri menjelaskan bursa seni merupakan inisiatif pengurus baru DKM. Menunjukkan geliat seni di Kota Malang, setelah DKM fakum selama 10 tahun. Namun kantung-kantung seni di Kota Malang tak pernah padam. Para seniman terus bergerak dan berkreasi untuk menunjukkan karya di berbagai daerah.

Sebanyak 40 karya seni dipamerkan dalam bursa karya seniman Kota Malang di gedung DPRD Kota Malang. (Terakota/Eko Widianto).

DKM telah kembali, ujarnya, serta mulai mendapat kepercayaan masyarakat seni. “Butuh fasilitasi untuk hak atas karya inteketual dan hak cipta serta mengakomodir difabel dan mahasiswa untuk berkarya,” katanya.

Dipamerkan sebanyak 40 karya lebih. Terdiri dari lukisan berbagai aliran dan karya sastra. Sejumlah buku sastra dipamerkan dan dijual kepada para pengunjung.
“Hasil penjualan buku didonasikan kepada DKM. Demikian juga dengan lukisan, sebagian didonasikan,” katanya. DKM, ujar Yuyun, bergerak secara mandiri dengan membiayai diri sendiri dari hasil donasi seniman.

Karya seni ini karya 12 perupa dan 10 sastrawan Kota Malang. Setelah mendaftar karya para seniman diseleksi untuk dipamerkan. Yuyun menegaskan jika DKM kurang memadai untuk pameran, sehingga memilih gedung DPRD Kota Malang. Galeri di DKM harus diperbaiki agar layak pamer. Ia berharap pemerintah memahami kebutuhan ruang pameran untuk para seniman menunjukkan karya.

Bursa karya seniman Kota Malang dijadwalkan akan dijadikan agenda rutin tahunan. (Terakota/Eko Widianto).

Awalnya, kata Yuyun, sejumlah seniman mendaftar. Terdiri dari seni rupa, seni tari dan sastra. Belakangan sebagian mengundurkan diri gara-gara wabah virus corona. Kini, DKM juga melahirkan laman bursakaryasenimanmalang.com. Laman ini menjadi etalase untuk memamerkan karya seniman. Syukur jika ada transaksi jual beli.

Pengurus DKM juga meluncurkan kanal Dewan Kesenian Malang di youtube untuk media ajar bagi siswa yang tengah belajar di rumah. Para seniman memberi pelajaran seni secara langsung. Materi kesenian tersebut menjadi edukasi bagi para pelajar yang belajar dari rumah. “Memberi tips melukis, menjadi koreografer, dan beragam tutorial,” katanya.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini