Viral Video Oknum TNI AU Injak Kepala

Terakota.id—Sebuah video berdurasi dua menit 21 detik, viral di media sosial twitter. Dalam video dua anggota berseragam TNI Angkatan Udara menangkap seorang warga Papua. Kedua tangan disilangkan ke belakang, hingga kepala diinjak dengan sepatu lars. Video ini pertama kali diunggah pemilik akun @victorcmambor pada 27 Juli 2021.

“Kejadian di Merauke. Aparat keamanan tidak tau malu, arogan dan rasis,” tulis Victor yang juga Pemimpin Redaksi majalah Jubi di Papua. Namun, akun dengan 15 ribu pengikut tersebut kini tak bisa diakses.

Video kemudian dibagikan oleh akun Veronica Koman. Ia menulis status agar anggota TNI AU bernama Serda Dimas dan Prada Vian diadili atas tindakan rasis di pengadilan sipil.  “Akun Kaka @victorcmambor hilang setelah menaikkan video ini, jadi mari.,” tulis Veronica.

Status tersebut telah diretweet 766 akun dan disukai 1.327 orang.  Muncul beragam komentar dan desakan agar kedua oknum TNI AU tersebut diadili dan dijatuhi sanksi. Pemilik akun @aedzzzz  meminta agar kasus ini diusut tuntas. “ya,tuhan nggak mencerminkan bgt kalo oknum aparat tp kelakuannya seperti itu. pdhl penyandang disabilitas. smg di usut sampe tuntasMengangkat tangan,” tulisnya.

Sedangkan akun @Reo_nlds25 menilai tak ada yang salah dengan tindakan aparat TNI AU tersebut. “Menurut gua, TNI AU sudah benar menjalankan tugas nya dimana beliau menjadi pengamanan, dimana salah satu dari mereka (diwarung) ada yg membuat keributan (mabok). Sosial media aja yang kurang kerjaan. TNI AU TIDAK SALAH,” tulisnya.

Tagar TNI AU sempat populer di Indonesia yang dicuitkan 3.360 akun twitter. Menanggapi unggahan video tersebut admin TNI Angkatan Udara @_TNIAU menyatakan TNI AU Meminta maaf dan Tindak Tegas Anggotanya yang tidak disiplin.

“Menyikapi insiden salah paham antara oknum dua anggota Pomau Lanud J.A Dimara Merauke dan warga di sebuah warung makan, di Merauke, Senin (27/7/2021), TNI AU menyatakan penyesalan dan permohonan maaf. Perempuan penjaga. Insiden yang diawali oleh keributan seorang warga yang diduga mabuk  dengan pemilik warung,  dan melibatkan dua anggota Pomau yg bermaksud melerai,  kini dalam penanganan petugas Lanud J.A Dimara Merauke. Kedua oknum anggota Pomau, kini sudah ditahan dan dalam pengawasan Komandan Lanud J.A Dimara Merauke. Proses penyidikan sedang dilakukan oleh Pomau Lanud Merauke. TNI AU tidak segan-segan menghukum sesuai tingkat kesalahannya,” tulis admin TNI Angkatan Udara.

Bahkan, Kepala Staf Angkata Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyampaikan permintaan maaf dan rasa penyesalan melalui sebuah video berdurasi dua menit. Video diunggah di akun twitter TNI Angkatan Udara. “Meminta maaf atas  tindakan yg dilakukan dua oknum anggota Lanud J.A. Dimara Merauke, terhadap warga. Proses hukum ttp dijalankan kpd mereka yg bersalah. Semoga bisa menjadi pelajaran yg sangat berharga,” tulis admin @_TNIAU.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini