Tupalo, Sumber Energi Perupa Gorontalo

Terakota.id – Tupalo, bisa berarti sumber mata air. Juga bermakna sumber kelahiran kebudayaan dan peradaban Gorontalo. Tupalo, juga menjadi sumber energi kreatif bagi komunitas seniman Gorontalo dalam berkarya, khususnya seni rupa.

Tupalo dalam cerita rakyat Gorontalo diyakini sebagai mata air cikal bakal Danau Limboto, danau terbesar di provinsi itu. Tupalo pun diangkat sebagai tema karya 18 perupa Gorontalo yang dipamerkan di Gedung D Galeri Nasional Indonesia pada 14-27 Agustus 2018.

Karya yang dipamerkan menggunakan beragam media dan langgam. Dari seni lukis, media digital, fotografi, mixed media dan juga video dokumentasi. Seluruh karya dikuratori oleh Sujud Dartanto dan Wayan Seriyoga Parta, kurator Galeri Nasional Indonesia.

“Tupalo adalah sumber energi seni, khususnya seni rupa. Sekaligus menandakan pusaran yang melahirkan kelompok perupa Gorontalo,” kata Sujud Dartanto, kurator Galeri Nasional Indonesia dalam siaran pers yang diterima Terakota.id.

Sebelum menggelar pameran, komunitas perupa Gorontalo lebih dulu mengajukan usulan menghadirkan karya mereka di Galeri Nasional Jakarta pada 2018 ini. Gayung pun bersambut, terpilih 18 perupa dengan karyanya menggunakan berbagai media dan langgam.

Mereka adalah Riden Baruadi, Iwan Yusuf, Syam Terrajana, Suleman Dangkua, Rizal Misilu, Moh. Hidayat Dangkua, Pipin Idris, Anang Suryana Musa, Moh. Azis Alkatiri, Farlan Adrian, Akbar Abdulah, Jemy Malewa,Riyo Koni,Mursidah Waty & Hasmah,Moh. Rivai Katili, Iwan Sahel, Tri Nur Istiyani, Kelapa Batu & Hartdisk (Video Documentary Project).

“Ini jadi bukti keseriusan perupa Gorontalo dalam berkarier dan kelahiran seniman daerah menuju panggung seni nasional,” ujar Sujud yang juga pengajar seni rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogjakarta.

Tupalo menjadi sumber energi mereka melahirkan karya kreatif. Misalnya foto karya Riden Baruadi berjudul Danau Limboto. Lukisan Suleman Dangkua berjudul Tebar Jala, Aziz Alkatiri memberi judul Danau Limboto 2005 untuk karya lukisnya.

Kurator Galeri Nasional, Wayan Seriyoga Parta mengatakan, para perupa Gorontalo itu terpilih melalui sistem penjaringan secara terbuka. “Sistem ini memberikan kesempatan luas pada para perupa untuk mengajukan karyanya pada tim kurator,” kata Wayan.

Pria yang juga pengajar di jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Desain, Universitas Negeri Gorontalo ini juga berharap ke depan akan terjalin jaringan para perupa tingkat kawasan. Seperti jaringan perupa di Sulawei, Kalimantan dan kawasan lainnya.

“Jaringan antar kawasan bisa memutus kesenjangan antara perupa daerah dan nasional,” ujar Wayan.

Komunitas Perupa Gorontalo berpose bersama Rachmat Gobel (batik biru) dan Kepala Galeri Nasional (batik merah) usai pembukaan pameran (Dokumentasi Perupa Gorontalo)

Jagoan Gorontalo
Perupa Gorontalo butuh dua tahun untuk menyiapkan pameran bertema ‘Tupalo’ di Galeri Nasional. Sebagian besar pembiayaan pameran dari saku mereka. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo sangat terbatas.

“Kami patungan, jualan kaos, sketsa sampai biaya sendiri untuk bisa pameran di Jakarta. Ada juga bantuan dari tokoh di Gorontalo,” kata ketua panitia penyelenggara pameran Tupalo, Awaluddin Ahmad.

Pameran di Gedung D Galeri Nasional itu dibuka oleh Rachmat Gobel, mantan Menteri Perdagangan pada Selasa, 14 Agustus 2018 malam. “Ternyata (Gorontalo) punya jagoan. Bukan hal mudah untuk bisa tampil di Galeri Nasional,” kata pengusaha asal Gorontalo tersebut.

Menurutnya, sebuah kehormatan bagi perupa Gorontalo lantaran karya mereka bisa bersanding dengan karya koleksi istana yang juga sedang dipamerkan di Galeri Nasional. Para perupa itu sudah turut membangun Gorontalo melalui karya seni mereka.

Komunitas Perupa Gorontalo berdiri sejak 2013 silam. Komunitas ini kerap menjalin kerjasama dengan berbagai komunitas di luar seni rupa. Seperti komunitas seni pertunjukan, literasi, organisasi jurnalis hingga aktivis lingkungan. Menggelar proyek seni budaya bersama di Gorontalo dengan mengangkat isu sosial di sekitar mereka.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini