Trem Transportasi Massal Modern di Malang Era Kolonial

trem-transportasi-massal-modern-di-malang-era-kolonial
Foto : Tropen Museum Belanda

Terakota.idSebuah foto lawas mengabadikan aktivitas trem atau kereta penumpang tersimpan menjadi koleksi Tropen Museum Belanda. Lokomotif uap menarik empat kereta penumpang melintas di Alun-Alun Kota Malang. Kereta melintas di dalam hamparan padang rumput di samping pohon beringin yang tertanam di Alun-Alun Malang.

Foto ini menunjukkan kereta api menjadi transportasi penting di masa lampau era pemerintahan kolonial Belanda. Pada masa kolonial, pemerintah  Hindia Belanda membangun jaringan jalan kereta api di Jawa sejak 1870 sampai 1920 an. Sementara di Jawa Timur diawali dengan jalur Surabaya-Pasuruan, diresmikan 16 Mei 1878.

Kereta api menjadi salah satu transportasi penting dengan teknologi modern pada masa lalu. Dampak dari pengembangan ekonomi perkebunan sehingga memberi dampak berantai. Pada masa Bupati Malang Notodiningrat II, pemerintah kolonial Belanda membuka jalur kereta api Malang-Surabaya pada 1879 dan jalur trem pada 1889. Dilanjutkan dibangun jaringan jalur trem Malang-Dampit dan Malang-Tumpang pada 1889.

Sejarawan Universitas Negeri Malang Reza Hudianto dalam jurnal kopi dan gula : perkebunan di kawasan regentzchap Malang, 1832-1942 menyebut kereta api digunakan untuk mengangkut hasil bumi seperti kopi dan tebu dari daerah pedalaman ke onderdistrik kota. Biji kopi dikumpulkan di gudang sebelum dikirim ke pelabuhan Surabaya.  “Moda transportasi massal ini membuka hambatan alam yang selama ini menempatkan Malang sebagai daerah tertutup,” tulis Reza Hudianto.

Perusahaan swasta turut terlibat melalui Staatssporwegen (SS) pada 8 April 1875. Rute pertama SS meliputi Surabaya-Pasuruan-Malang. Berikutnya Malang Stoomtram Maatschappij (MS) yang didirikan 14 November 1897.

Lokomotif trem uap berbahan bakar kayu bakar, sehingga setiap stasiun trem disiapkan kayu bakar. MSM memberi pelayanan tiga kelas untuk masyarakat Malang. Kelas 1 adalah orang Eropa, kelas 2 orang non Eropa dan non Pribumi, dan kelas 3 untuk orang pribumi.

trem-transportasi-massal-modern-di-malang-era-kolonial
Pedagang pengananan tradisional menjajakan dagangan di tepi jalur trem kawasan Alun-Alun Malang. (Foto : Tropen Museum Belanda).

Staf pegajar arsitektur Universitas Kristen Petra Surabaya Handinoto dalam jurnal Dimensi Teknik Arsitektur Desember  1999 menyebut peletakan stasiun kereta api di beberapa kota di Jawa Timur dimulai pada 1880-an. Meliputi Pasuruan, Probolinggo, Malang dan Kediri.

Perletakan stasiun kota Malang sangat strategis sisi tata ruang kota. Stasiun kota Malang berorientasi ke alun-alun bunder atau alun-alun Tugu sebagai lambang pusat kota Malang. “Jika berjalan dari alun-alun bunder kearah Timur, bangunan stasiun menjadi focal point,” tulis Handinoto.

Untuk mengetahui jejak trem dan kereta lori, mari ikuti diskusi dalam program Arkais Terakota.id malam ini pukul 19.00 WIB.

jaringan-rel-trem-dan-kereta-lori-era-kolonial-di-malang

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini