Tiga Lokasi Wisata di Gunung Bromo Sudah Buka untuk Wisatawan

Asap dan Abu Vulkanik mencurat dari kawah Gunung Bromo di Jawa Timur, kamis (21/03). Walaupun Gunung Bromo sedang mengeluarkan asap dan abu Vulkanik sejak awal bulan maret, aktifitas warga dan wisatawan masih berjalan normal, hanya dilarang mendekat ke kawah aktif dengan radius 1 Km. Foto: Falahi Mubarok/ Terakota.id

Terakota.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengumumkan tiga obyek wisata di Gunung Bromo sudah buka untuk pariwisata sejak 6 September 2021. Karena masih dalam situasi pandemi, diterapkan pembatasan kuota kunjungan tiap harinya.

Tiga obyek wisata Gunung Bromo dan kuota kunjungannya itu yakni view point Penanjakan dengan kuota 222 orang. Bukit Kedaluh dibuka untuk kuota 107 orang dan Bukit Cinta untuk kuota 31 orang. Pintu masuk yang dibuka hanya melalui jalur Kabupaten Pasuruan saja.

Otoritas taman nasional menyampaikan informasi itu melalui surat pengumuman bernomor PG.25/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/9/2021  tentang Pembukaan Objek dan Daya Tarik Wisata Alam di Kawasan TNBTS Kabupaten Pasuruan. Sedangkan jalur pendakian ke Gunung Semeru masih ditutup.

Juru bicara BB TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan, kuota pengunjung di tiga obyek wisata yang ditetapkan itu hanya 25 persen dari daya tampung maksimal. Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 membuat Pasuruan jadi satu-satunya pintu masuk.

“Itu sudah sesuai rekomendasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19,” kata Sarif.

Calon pengunjung dapat memesan tiket secara daring. Meski begitu wisatawan juga harus memenuhi sejumlah syarat yang ditentukan. Mulai dari menunjukkan bukti sudah divaksin Covid-19. Termasuk surat sehat minimal berupa hasil swab tes antigen.

“Kami minta pengunjung menyiapkan aplikasi peduli lindungi,” kata Sarif.

Otoritas taman nasional memastikan ada petugas yang bersiaga di pintu masuk melalui Probolinggo dan Malang selama 24 jam. Guna memastikan tak ada pengunjung yang masuk selain melalui jalur Pasuruan.

Bila nanti sudah berada di kawasan wisata Gunung Bromo, calon pengunjung tetap diwajibkan patuh aturan dan menjalankan protokol kesehatan. Semua demi mencegah kasus penyebaran Covid-19 agar tidak kembali naik tinggi.

Bila tren penyebaran Covid-19 cenderung turun, tak menutup kemungkinan obyek daya Tarik wisata alam lain seperti pendakian Semeru menyusul dibuka. Termasuk tidak lagi membuka pintu masuk dari Pasuruan saja.

“Semoga situasi semakin baik sehingga lokasi lainnya bisa ikut dibuka,” tutur Sarif.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini