Tarian Sufi, Tarian Religius asal Turki

Tarian sufi dipentaskan di Mevlana Kultur Merkezi (Mevlana Cultural Center) Kota Konya, Turki. (Terakota/ Alinda Putri Dewanti).

Reporter : Alinda Putri Dewanti

Terakota.id–Berkunjung ke Turki, singgahlah di kota Konya, Turki. Kotanya para sufi. Tempat Rumi menghabiskan masa hidupnya. Suasana religius semakin terasa ketika menginjakkan kaki di pusat kota. Tak hanya dapat mengunjungi makam dan museum Rumi untuk mengenal penyair sufi ini lebih dekat. Namun juga menyaksikan pertunjukkan tarian sufi yang digelar setiap hari Sabtu pukul 7 malam waktu Turki.

Tepatnya di Mevlana Kultur Merkezi (Mevlana Cultural Center). Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukkan tarian sufi ini secara bebas tanpa dipungut biaya. Pertunjukkan tarian sufi dimulai dengan penari sufi yang masih mengenakan jubah hitam masuk ke panggung dan berjajar membentuk setengah lingkaran di tepi panggung.

Dilanjutkan dengan pembacaan dzikir sambil diiringi musik khas Timur Tengah terlebih dahulu. Lalu pembacaan shalawat atau lagu pujian untuk Nabi Muhammad SAW yang dilantunkan solois dalam kelompok pengiring musik tari sufi.

Kemudian, penari akan saling membungkuk sebagai bentuk mengakui nafas Ilahi yang telah meniupkan roh pada manusia. Setelah itu penari sufi melepaskan jubah hitam yang digunakan untuk menutupi jubah putih, pakaian tarian sufi.

Hanya dua orang pemimpin tari yang tidak akan melepaskan jubah hitamnya. Selanjutnya penari sufi akan melakukan gerakan berputar di tengah panggung. Sekitar pemimpin tari berlawanan dengan arah jarum jam seraya tangan menengadah. Sebagai bentuk memohon agar mendapat hidayah dari Tuhan.

Putaran ini melambangkan rangkulan kemanusiaan dengan cinta dan juga melambangkan putaran alam semesta dan putaran tawaf di Ka’bah. Di Mevlana Kultur Merkezi, pertunjukkan tarian sufi ini berlangsung selama satu jam.

Digagas Maulana Jalaluddin Rumi

Tarian sufi tampak misterius. Tarian biasa dilakukan laki-laki menggunakan jubah berwarna putih. Bagian bawah terlihat seperti rok lengkap dengan peci yang menjulang ke atas. Menariknya, penari sufi melakukan gerakan berputar-putar tanpa henti.

Tarian sufi erat kaitannya dengan pemikiran sufistik Islam. Tari sufi digagas Maulana Jalaluddin Rumi. Masyarakat Turki lebih mengenal dengan nama Mevlana. Seorang pria filsuf sekaligus penyair terkenal dari Persia.

Rumi lahir di kawasan yang sekarang masuk kawasan Afghanistan, 1207. Rumi lolos dari invasi Mongol dan menetap di Konya, terletak di kawasan Anatolia Tengah, Turki. Ayah Rumi berasal dari keluarga guru agama, yang membimbingmya melalui retret atau kegiatan menyendiri atau menjauhkan diri sendiri dari lingkungan keseharian untuk sementara waktu.

tarian-sufi-tarian-religius-asal-turki
Tarian sufi erat kaitannya dengan pemikiran sufistik Islam. Tari sufi digagas Maulana Jalaluddin Rumi. (Terakota/
Alinda Putri Dewanti)

Sebuah tindakan bhakti dan metode pembelajaran tradisional lainnya. Hingga bertemu Syekh Shamsuddin Tabriz, guru spiritual Rumi. Rumi menjadi pemimpin spiritual yang mengilhami tradisi terpisah. Rumi dan Shamsuddin menutup diri selama berbulan-bulan, mengasingkan diri bersama-sama dan berbicara tentang kasih mereka kepada Tuhan.

Konon, ketika Shamsuddin meninggal, Rumi mengalami kesedihan yang amat mendalam. Lantas ia mengekspresikan kesedihannya itu dengan berputar dan menyadari bahwa manusia itu fana. Hingga menjadi tarian sufi. Gerakan tarian sufi tidak hanya sekadar berputar. Gerakan berputar itu memiliki makna yakni mendekatkan diri kepada Tuhan.

Mencari Tuhan dan merasakannya dalam gerakan yang berputar. Penati berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Penari sufi diharapkan dapat mencapai kesempurnaan iman dengan cara menanggalkan ego dan keinginan pribadi dalam hidup. Tidak hanya menanggalkan ego, penari sufi juga harus memiliki fisik yang kuat. Karena tarian sufi ini dilakukan selama berjam-jam.

Bahkan konon, ketika Shamsuddin meninggal Rumi bisa melakukan gerakan tari sufi hingga tiga hari tiga malam. Lantas, bagaimana caranya penari sufi tidak merasa pusing ketika harus melakukan gerakan berputar selama berjam-jam? Kuncinya adalah fokus.

Mata harus fokus menatap satu titik, senantiasa terbuka dan tidak melirik. Kepala juga tidak boleh bergerak, harus berada pada satu titik dan tidak boleh berpindah. Dengan cara inilah penari sufi tidak akan merasakan pusing meski harus berputar berjam-jam.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini