Taman Momong, Tempat Belajar dan Bermain Bersama

Anak-anak membaca buku di gazebo Taman Momong. (Terakota/ Wulan Eka).

Terakota.idSejumlah anak duduk bersimpuh di sebuah saung atau gazebo berdinding kayu di sepetak tanah yang terhampar di tengah rumah warga RT 6, RW 1, Kelurahan Tanjungsekar, Kota Malang. Kedua tangannya memegang buku, menyimak sembari berbincang dengan teman-temannya sebaya. Berjajar buku bersampul warna-warni di dinding belakang gazebo.

Aneka tanaman hias dan sayuran terhampar di sekitar gazebo. Warga menyebutnya sebagai Taman Momong. Salah seorang warga, Yayuk, 45 tahun, menjelaskan disebut Taman Momong lantaran di sini, warga sering berkumpul. Mulai berdiskusi, berolahraga hingga momong atau mengasuh anak.

Mistiyah menyapu membersihkan area Taman Momong. (Terakota/ Wulan Eka).

Di sini, ibu-ibu berkumpul mengobrol seputar perkembangan anak. “Anakku begini, anakmu gimana?,” kata Yayuk menirukan perbincangan antar ibu-ibu. Sebelumnya, kata Yayuk, lahan kosong, tak terurus. Secara sukarela pemilik lahan mengizinkan untuk kegiatan bersama mulai olahraga dan berkumpul. “Taman (tempat) ini sering dikunjungi warga RW 1 yang berbeda RT. Sebab jarang ada lahan kosong,” katanya.

Selain mendampingi anak alias momong, beberapa ibu yang juga menjadi pengurus PKK kerap membincang rencana agenda pertemuan di taman ini. Selama pandemi, pertemuan PKK digelar di Taman Momong. Diadaptasi dengan menghindari kerumunan. Sebelumnya pertemuan PKK digelar di rumah warga, kini arisan juga dilangsungkan di taman. Peserta datang, nama diundi, langsung pulang.

Taman Pengasuhan Bersama

Sekolah daring selama dua tahun terakhir mengubah pola belajar anak-anak. Sehingga anak-anak kerap bermain dengan gawai dan jarang bersua. Anak-anak terpisah belajar dan bermain di rumah masing-masing.  Seperti yang dialami Nur Azizah, 9 tahun, selama dua tahun belajar daring. Ia hanya bersekolah tatap muka selama setahun saat kelas 1. Kini, menginjak kelas 3, tahun kedua belajar daring.

Sehingga, anak-anak memilih belajar daring dan bersua dengan teman-temannya di Taman Momong. Bisa belajar dan bermain sekaligus. Juga mengusir kebosanan di rumah. “Di Taman Momong bisa ketemu teman-teman,” kata Nur Azizah.

Taman Momong juga menyediakan alat mewarna dan alat tulis. Atas prakarsa Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Maulanan Ibrahim Malang melalui program pengabdian masyarakat. Kepala PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Istiadah menjelaskan selama pandemi terjadi pembatasan mobilitas sehingga turut berdampak pada tumbuh kembang anak.

“Kekerasan pada anak mencuat. Sekolah dan penitipan anak ditutup, sehingga memicu perubahan pola asuh keluarga yang keras terhadap anak,” kata Istiadah. Menurutnya, taman dan ruang hijau menjadi solusi untuk pengasuhan anak bersama. Sehingga PGSA UIN Maulana Malik Ibrahim memfasilitasi pengembangan Taman Momong.

Taman Momong juga disediakan fasilitas WiFI gratis, yang bisa diakses anak-anak untuk belajar. Selain itu, warga juga memasang kamera pengawas atau CCTV untuk memantau aktivitas anak. Sehingga orang tua bisa memantau situs apa saja yang diakses anak-anak selama di Taman Momong.

Sebagai warga yang turut mengembangkan Taman Momong, Yayuk berharap agar mahasiswa atau pengajar yang bersedia membantu mengembangkan Taman Momong. Khususnya fokus untuk pendidikan anak-anak. Senada dengan Yayuk, Emalia Rohayati, 50 tahun, berharap program pengabdian semacam ini berkelanjutan dan membawa manfaat. “Diperlukan program untuk meningkatkan minat baca anak. juga permainan edukasi. Anak sekarang lebih menyukai main gadget (Gawai),” kata Emalia.

Ketahanan Pangan di Perkotaan 

Aneka jenis sayuran dan buah ditanam di Taman Momong. Mengusung konsep Urban Farming, padi ditanam dengan sistem hidroponik. Sayuran seperti sawi, pare, cabai, terong, kacang, padi, bayam, jagung ditanam di atas polibag, pot, maupun wadah lain menjadi tempat media tanam. Sementara pisang, mangga, hingga sawo tumbuh di sekitar taman.

“Kala panen, tanaman dijual di grup whatsapp pasar online yang difasilitasi Kelurahan Tanjungsekar,” kata Yayuk.

Ibu-ibu tengah merawat tanaman di area Urban Farming Taman Momong. (Terakota/ Wulan Eka).

Selain itu, juga terhampar kolam lele di Taman Momong. Sudah tiga kali mereka memanen lele yang dibudidayakan di kolam. Hasil panen dikonsumsi bersama, dan sebagian dijual untuk kegiatan warga. Taman Momong dengan konsep Urban Farming ini mengikuti lomba di kelurahan Tanjungsekar pada Oktober 2021. “Mengusung budidaya sayuran dan tanaman obat mulai dari penanaman hingga panen, dalam rangka ketahanan pangan keluarga,” kata Ketua RW 6 Ahmad Kasim.

Menurut Ahmad Khasim, Taman Momong menjadi salah satu tetenger RW 1 Kelurahan Tanjungsekar dalam lomba Kampung Bersinar 2021. Dalam kriteria pemberdayaan masyarakat dalam Posyandu. Dalam lomba yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang ini, RW 1 Kelurahan Tanjungsekar juara 3.

Ahmad Kasim menjelaskan Taman Momong akan tetap dikelola warga. Kini, Kelurahan Tanjungsekar tengah memberdayakan warga untuk mengolah limbah rumah tangga secara mandiri. Agar warga lebih peduli dengan lingkungannya sendiri. “Pemberdayaan masyarakat selanjutnya akan melibatkan masyarakat. Menghadirkan ide, dan inovasi baru,” kata Ahmad Kasim.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini