Sosiologi Politik : Kita ini “Manusia Sosial dan Politik”

Judul              Sosiologi Politik: Sejarah, Analisis, dan Dinamika Perkembangan Konsep

Penulis           Kamaruddin Salim dan Efriza

Penerbit         Intrans Publishing Malang

Ukuran           15,5 x 23

Ketebalan       xxii + 285 hlm

ISBN               978-602-6293-76-3

Harga P. Jawa   Rp90.000

Terakota.id–Mengapa penting belajar sosiologi dan politik; jawaban sederhananya karena kita makhluk sosial (homo socialis) dan juga manusia politik (zoon politicon). Disebut sebagai sebagai makhluk sosial karena pada hakikatnya manusia selalu membutuhkan manusia lain untuk melangsungkan hidupnya, melalui interaksi yang membentuk ikatan sosial. Sementara itu, disebut manusia politik karena manusia tidak terpelas dari keinginan atau tujuan akan sesuatu hal yang sifatnya terbatas.

Sehingga menimbulkan persaingan antar sesama manusia untuk memperoleh tujuannya. Lebih lanjut, dibutuhkan strategi dan taktik agar impian dapat diraih. Upaya inilah yang disebut sebagai proses politik. Kedua hal tersebut merupakan konsep dasar ilmu sosiologi, dan ilmu politik.

Gabungan kedua konsep kontemporer tersebut melahirkan sub bidang sosiologi politik. Ada dua aspek dalam sosiologi politik, yakni secara umum mengkaji hubungan antara masyarakat dan negara; dan secara khusus menelaah tentang kondisi-kondisi sosial yang berhubungan dengan program dan kebijakan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah. Jika

ditarik benang merahnya maka kajian sosiologi politik berfokus pada aktor-aktor atau kelompok sosial masyarakat yang berperan dalam memengaruhi progam dan kebijakan pemerintah. Sederhananya mengkaji kekuasaan masyarakat.

Untuk memahami lebih dalam, buku karya kolaborasi Kamaruddin Salim dan Efriza yang berjudul “Sosiologi Politik: Sejarah, Analisis, dan Dinamika Perkembangan Konsep” dapat dijadikan referensi utama. Diselipkan kata kolaborasi sehubungan penulis yang berbeda latar belakang keilmuan yakni berurutan ilmu sosiologi dan ilmu politik.

Perpaduan kedua ilmu tersebut membuat kajian sosiologi politik yang diulas tajam dan kompleks. Diantaranya menyuguhkan berbagai konsep, ruang lingkup, teoritisasi, serta elaborasi kajian sosiologi dan politik yang komprehensif dan teraktual. Walaupun sudah ada beberapa buku serupa mengkaji tentang sosiologi politik, namun buku terbitan Intrans Publishing Malang ini memberikan suatu kebaruan perpektif maupun isu yang diangkat.

Karya tulis duo akademisi ini tidak diragukan memberi sumbangsih bagi kajian sosiologi politik teraktual. Pembacanya disuguhkan kenikmatan sajian tulisan yang sistematis mulai dari filosofi hingga praksis.

Diantaranya pada bab 1 diberi judul “Pengantar Sosiologi Politik”; bab 2 mengurai “Lingkup Kajian Sosiologi Politik”; bab 3 mendalami “Perspektif dalam Sosiologi Politik”; bab 4 memetakan “Masyarakat dan Negara Dalam Bingkai Sosiologi Politik”; bab 5 menjelaskan “Relasi Elite dan Massa; bab 6 menelaah “Perspektif Karl Marx dalam Kajian Sosiologi Politik”; bab 7 mengulas tentang “Perubahan Sosial Masyarakat”; bab 8 mendiskusikan seputar “Politik Identitas”; serta pada bab 9 mengupas tuntas perihal “Pluralisme dalam Perspektif Sosiologi Politik”. Kesemuanya bab tersebut cukup lengkap memberikan pemahaman akan sosiologi politik, bahkan memicu masyarakat semakin paham perannya dalam tataran berbangsa dan bernegara; layaknya masyarakat madani.

Rasanya tidak cukup menggambarkan hanya dengan menjelaskan rangkaian inti dari buku padat isi nan elegan ini. Oleh karenanya perlu dibaca tuntas. Disarankan dibaca oleh mereka yang menekuni studi ilmu politik dan ilmu sosiologi di semua jenjang baik dosen pun mahasiswa.

Selain itu juga penting dibaca oleh masyarakat dari berbagai elemen, khususnya aktivis lembaga swadaya masyarakat. Begitupun bagi masyarakat umum guna menambah wawasan dan menaikkan nilai tawar. Dari hasil menjelajah buku ini kita belajar bahwa menjadi mahluk sosial dan manusia politik sejati diperlukan landasan yang benar dan tepat. Membaca buku ini sebagai salah satu langkah awal yang baik.

Sosiologi Politik – Kamaruddin Salim dan Efriza

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini