Situs Sumberbeji, Petirtaan Tanpa Sumber Mata Air

Situs Sumberbeji merupakan situs cagar budaya yang berbentuk petirtaan. Situs ini ditemukan Juli 2019. (Foto : Restu Respati).

Terakota.idBersama Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid dan tim, serta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Timur mengunjungi Situs Sumberbeji. Situs berlokasi di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Situs Sumberbeji merupakan situs cagar budaya yang berbentuk petirtaan. Situs ini ditemukan Juli 2019. Awalnya situs berbentuk kolam mata air (sendang) yang biasa dipergunakan warga untuk mengaliri sawah dan keperluan sehari-hari. Saat warga mengadakan kerja bakti (gugur gunung) membersihkan dasar sendang dari endapan lumpur, Juli 2020. Tujuannya untuk mengembangkan sendang tersebut sebagai objek wisata desa.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid beserta pimpinan BPCB Jawa Timur memantau ekskavasi Situs Sumberbeji. (Foto : Restu Respati).

Saat pembersihan dasar sendang dari endapan lumpur, warga menemukan struktur bata kuno di bawah endapan lumpur. Lantas temuan dilaporkan ke BPCB Jatim yang dilanjutkan proses Ekskavasi. Selama ekskavasi BPCB menemukan sejumlah struktur lain dan bentuk bangunan.

Luas area petirtaan mencapai 18 meter kali 20 meter atau hampir 400 meter persegi. Kedalaman sekitar 2 sampai 3 meter dari permukaan tanah. Juga ditemukan 12 buah jaladwara (arca pancuran), dengan motif ukiran bermacam-macam seperti padma, makara, dewa atau tokoh, serta binatang.

Yang paling istimewa adalah keberadaan Jaladwara utama berbentuk arca garuda dengan tubuh manusia yang ditemukan pada 2020. Sebagai situs atau candi petirtaan, tentulah yang paling menarik dan patut diamati adalah saluran airnya.

Ditemukan 12 buah jaladwara atau arca pancuran dengan motif ukiran seperti padma, makara, dewa atau tokoh, serta binatang. Serta garuda bertubuh manusia. (Foto : Restu Respati).

Tidak seperti dugaan awal warga, bahwa sendang merupakan kolam dengan sumber mata air. Ternyata sumber mata airnya tidak berada di area sendang. Setelah beberapa kali ekskavasi baru tampak bahwa air yang masuk ke petirtaan berasal dari sumber mata air yang berada di luar sendang.

Air dialirkan melalui parit saluran air sebagai hulu dengan panjang 14,1 meter dan tinggi 0,69 meter. Air mengalir ke pancuran utama berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 6 meter kali 6 meter. Dari pancuran utama tersebut air dibagi ke beberapa lubang kecil dengan arah vertikal, horisontal, dan diagonal.

Pada bagian belakang dekat bilik terdapat lubang buang air dan disalurkan keluar melalui parit saluran air. Kedalaman kolam pada petirtaan sekitar 1,2 meter hingga 1,5 meter.

Situs Petirtaan Sumberbeji ini diperkirakan dibangun pada masa Raja Airlangga, pendiri Kerajaan Kahuripan.  Airlangga memerintah 1009-1042 masehi. Situs Petirtaan Sumberbeji terus dipelihara dan digunakan sampai era Majapahit.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini