Sepeda Literasi untuk Negeri

sepeda-literasi-untuk-negeri
Andi Hardiansyah bersepeda Malang-Magetan untuk literasi dan lingkungan. (Foto : Andi Hardiansyah).

Terakota.id—Pegiat literasi dan pecinta alam, Andi Hardiansyah atau yang akrab disapa Andi Kodok melakoni lawatan Jabung, Kabupaten Malang menuju puncak Gunung Lawu, Magetan. Dengan mengayuh sepeda seorang diri, Andi memperkirakan bakal menempuh perjalanan selama tujuh hari. Ia memulai perjalanan dari Republik Gubuk di Jabung, Kabupaten Malang Rabu, 23 September 2020.

“Mewujudkan mimpi yang lama terpendam,” kata mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma). Aktivitas ini, katanya, merupakan pemanasan sebelum melanjutkan bersepeda keliling Nusantara. Ia berjanji akan berkeliling Indonesia dengan mengayuh sepeda angin seorang diri, jika lulus kuliah.

“Sekarang sudah tahap menyelesaikan tugas akhir,” ujarnya. Sepanjang perjalanan ia akan berbagi kisah, pengalaman dan aktivitas yang dilakoni di Jabung. Andi merupakan Co-CEO Gubuk Baca Lentera Negeri, sebuah gerakan literasi di Desa Sukolilo, Jabung. Ia bersama Fachrul Alamsyah membangun gerakan literasi hingga memicu bermunculan puluhan gubuk baca di Jabung.

Tak sekadar literasi membaca buku dan teks, bagi Andi literasi diartikan luas meliputi seni, alam, lingkungan, sejarah dan beragam literasi lainnya. Sekaligus, Andi mengaku bakal belajar banyak hal dari interaksi dengan siapa saja di sepanjang perjalanan. Recananya ia akan menempuh perjalanan dengan rute Jabung-Pujon-Kasembon-Pare-Jombang-Madiun-Magetan.

sepeda-literasi-untuk-negeri
Semua yang dijumpai sepajang jalan akan didokumentasikan dan diunggah di akun media sosial. (Foto : Andi Hardiansyah).

Di Pujon, Andi akan menemui pegiat literasi sekaligus pecinta alam yang mendirikan pendidikan anak usia dini berbayar sampah plastik dan kertas. Sementara di Jombang dia akan bertemu dengan pegiat literasi di sana. “Saya belum pernah bertemu, kebetulan ada teman yang kenal dan menawarkan untuk singgah di sana,” ujarnya.

Setelah sampai di Gunung Lawu, ia akan mendaki ke puncak Gunung Lawu. Mendaki Gunung Lawu lantaran yang pertama kali dibuka sejak pandemi Covid-19. Selain itu, Gunung Lawu juga bertebaran beragam situs, artefak dan candi peninggalan sejarah. Usai mendaki, ia akan kembali ke Jabung melalui rute selatan. Yakni rute Magetan-Madiun-Ponorogo-Tulungagung-Blitar-Malang.

Bersepeda Malang-Madiun ini disiapkan selama dua bulan. Sejumlah perbekalan disiapkan meliputi tenda, bahan makanan, kompor, dan kamera. Sepanjang perjalanan akan didokumentasikan. Ia akan mengabarkan peristiwa yang ada di perjalanan melalui akun media sosial yang  dimiliki.

Yakni kanal youtube Travelling With Anything, Facebook Andi Hardiansyah, Instagram travelwithanything dan republikgubukmlg. Andi juga mengaku telah belajar menulis, dengan mencurahkan cerita sepanjang perjalanan yang akan diunggah di blog. Serta bermimpi menerbitkan buku yang berisi kisah yang dialami sepanjang perjalanan Malang-Madiun.

sepeda-literasi-untuk-negeri
Bersepeda Malang-Magetan merupakan pemanasan sebelum bersepeda keliling Indonesia. (Foto : Andi Herdiansyah).

Bagi Andi, bersepeda melatih fisik serta manajemen. Melatih fisik dengan berolahraga yang murah dan terjangkau. Selain itu melatih manajemen dengan mengatur kebutuhan selama perjalanan.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini