Seniman Lintas Daerah Gelar Pameran Seni Non-Konvensional di Batu

Terakota.id-Pameran seni  yang memajang beragam karya dari seniman lintas daerah digelar mulai tanggal 14 – 21 februari 2017. Para seniman memilih Galeri Raosyang beralamat di Jalan Panglima Sudirman Kota Batu. Pameran ini bisa dibilang tidak konvensional seperti pameran yang lainnya. Konsep pameran ini menyajikan keberagaman karya. Mulai dari karya lukis, video art, karya grafis, Mural, dokumentasi performance art, karya sastra, maupun karya essai.

Pameran yang dikuratori Kuss Indarto ini, mengusung tema “Gotak Gatuk Petuk (Getuk, Jancuk)”. Tema ini dipilih oleh penyelenggara karena keberagaman karya. Selain bermacam-macam bentuk karya yang dipamerkan, domisil peserta pameran pun juga beragam. Peserta ada yang dari Malang, Batu, Surabaya, Madura, Pasuruan, Jogjakarta, Kulon progo, Banjarnegara, Cilegon, Cirebon, Jakarta, dan Moskow – Rusia.

“Tema maupun konsep pameran kali ini bertujuan memecahkan kebekuan kesenian yang lebih didominasi kemasan konvensional, dan telah menjadi kesadaran kolektif penjaskes dimana arus kebudayaan tidak dapat terlepas dari keberagaman seni, wacana dari berbagai disiplin ilmu,” kata Nur Iksan Breykele, ketua penyelenggara. Ia juga menambahkan bahwa hal unik lainnya adalah bedah karya seniman yang dilakukan oleh para masyarakat dengan berbagai profesi diluar dari kalangan seni.

Bedah karya semacam itu memungkinkan sudut pandang masyarakat luar yang awam tentang seni. “Mereka sangat beragam dan salah satu pencapaian dari penggiat kesenian untuk mengenalkan serta merangkul para masyarakat ini untuk bersama-sama menikmati pameran seni dan berbagi ilmu melalui rangkaian workshop yang diadakan dalam pameran Gotak Gatuk Petuk (Getuk, jancuk),” imbuh Nur Iksan Breykele.

Pameran seni kali ini sengaja dikemas dengan gaya yang cenderung eksperimental.  Penyelenggara bertujuan menjadikan pameran sebagai sarana dialog antar penyaji dan penikmat seni untuk saling terlibat dalam wacana estetika kontemporer. “Sekaligus bentuk tawaran baru dengan mengemas berbagai bentuk karya seni kedalam satu perhelatan. Singkatnya, perhelatan ini menyajikan wahana estetika visual dan wacana pemikiran, dalam satu monent kesenian,” kata Nur Iksan Breykele.

Ia berharap, moment ini mampu menciptakan ruang dialog yang menguji “apakah mereka sejatinya ‘para penjahat’ di dunia seni rupa yang sebenarnya?”.  Mengingat para peserta merupakan praktisi yang cukup aktif dalam wacana kesenian yang tak berhenti meski telah melalui proses kreatif yang cukup panjang.

Pameran ini diinisiasi oleh sebuah komunitas bernama Penjaskes (penjahats kesenian). Komunitas ini lahir pada 8 agustus 2008 di Yogyakarta sebagai sebuah komunitas lintas disiplin ilmu. Baik disiplin ilmu seni, filsafat, politik, psikologi, teknik informatika, maupun sastra. “Penjaskes merupakan komunitas atau wadah yang menghubungkan berbagai komponen kehidupan sosial untuk membentuk jejaring dalam kondisi kontemporer,” ujar  Nur Iksan Breykele.

KURATOR : KUSS INDARTO

 

Artist Seni Rupa

Agustan, Andi Prayitno, Dias Prabu, Ariswan Adhitama, Ayu Nur Aisyah (ANA), Nur Iksan Breykele, L. Surajiya, Gilang Fradika, Mayek Prayitno, Panca Satria, Rahardi Hadining, Romy Setiawan, Dandung Prasetyo, Teguh Paino, Yurisa Adhi, M.Lutfie Anan, Dwi Rakhmanta, Hoirul Kekal Hamdani, Figo Dimas Saputra

Dokumentasi Performance Art

Figo Dimas Saputra, Alfianto R, Illumi, Banyu Genuk, Takul, Fathur Rohman, Syska La Veggie, Bucek

Mural

Ahmad Kholili (Benol), M.Sinwan Aliyafi

Photography Videography

Andrinur dan Memo Hernanda

Penulis, Satrawan

Dhian Hari M.D Atmaja, Jajang Husni Hidayat, Sunlie Thomas Alexander, Yan Zavin Aundjand, Ridwan Munawar Galuh

 

 

RANGKAIAN ACARA GOTAK GATUK PETUK (getuk jancuk)

 

PRA EVENT :

  • PERFORMANCE ART

Minggu 29 Januari 2017 di CFD (car free day dan gallery Semeru, Kota Malang)

  • DISKUSI PERFORMANCE ART oleh Zuhkhriyan Zakaria

Senin 30 Januari 2017 di Gallery Semeru, Kota Malang

EVENT         :

  • Disply karya tanggal 12 – 13 Februari 2017
  • PEMBUKAAN, dibuka oleh SENIMAN Koeboe Sarawan
  • WORKSHOP KOLASE dalam bentuk Zine oleh Abqoriyin Hizan / Bucek / Ari-art

Sabtu  18 Februari 2017 (09:00 – 11:30 wib)

  • WORKSHOP Seni Serat oleh Fatmawati, M.Sn

Minggu  19 Februari 2017 (09:00 – 11:30 wib)

  • MURAL Kolektif

Ahmad Kholili / Benol dan Kesinian Community (Kulonprogo)

Senin  20 Februari 2017 (09:00 – Selesai)

  • PENUTUPAN LIVE MUSIC oleh MONO HERO

 

POST EVENT  :

  • EXHIBITION GOTAK GATUK JANCUK

Senin 27 Februari 2017 di Gallery Semeru, Kota Malang

 

Tinggalkan Balasan