Seni Mural di Atas Badan Mobil Mewah Jaguar

Pemilik Orasis Art Gallery Elizabeth Yuliawati dan para seniman berfoto di depan karya mural masterpiece. (Foto : September Art Month),

Terakota.id–Sebuah mobil Jaguar S Series bertengger di depan di Golden Tulip Holland Resort Batu. Badan mobil berwarna hitam berhias lukisan warna-warni nan memesona. Mobil milik pemilik Orasis Art Gallery Elizabeth Yuliawati ini dikerjakan seniman Agung Tato Suryanto dan Dien Firmansyah.

Keduanya berkolaborasi membuat seni mural pada badan mobil. Keduanya memadukan dua teknik berbeda yakni air brush dan pylox. Kedua metode mural memang berbeda, namun mereka bisa memadukan menjadi karya seni yang menarik.

“Kedua seniman merespons badan mobil dan mengerjakan selama empat hari,” katanya dalam siaran pers yang diterima Terakota.id. Proses kreatif dilakukan secara cepat, hasilnya memikat. Karya keduanya semakin menambah kesan artistis di mobil mewah tersebut.

Proses kreatif membua mural di kap mobil Jaguar S Series. (Foto : September Art Month),

Karakteristik outline yang berbeda ketika disapukan pada media mobil, menghasilkan karya kolaborasi dua seniman hingga terlihat epik dan menambah kesan artsy di badan mobil. Karya kedua seniman mural ini menjadi masterpiece pameran yang menyemarakkan September Art Month (SAM) 7-14 September 2019.

Jaguar Exhibition bertema jaguar merupakan respons dari karya kedua seniman mural tersebut. Selain itu, jaguar merupakan salah satu jenis kucing liar tercepat yang mampu berlari mencapai 70 kilometer per jam. Pada kebudayaan Aztec kuno, jaguar dipercaya sebagai satwa simbol kemuliaan, kejayaan dan keajaiban. Sehingga satwa ini dihormati dan dipuja.

Galeri Orasis beserta SAM berharap bisa menggaungkan kesenian di Jawa Timur ke ranah yang lebih luas. Sehingga apresiasi dan khasanah terhadap seniman Jawa Timur semakin bertambah.

Galeri Orasis memajang 25 koleksi karya seni unggulan dari beberapa seniman ternama Jawa Timur. Meliputi Agus Koecink, Agung Tato Suryanto, Andi Prayitno, Zainul Qusta, dan Dien Firmansyah.

 

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini