Suciwati, istri mendiang pejuang HAM Munir Said Thalib. (Foto: The Jakarta Post).
Iklan terakota

“Selamat Ulang Tahun Abah”

–untuk Munir

 

Selamat ulang tahun abah….

Hari ini 56 tahun usiamu jika engkau masih menghirup udara bersama kami

Hari ini aku kehilanganmu selama 17 tahun

Harusnya banyak cinta yang bisa aku reguk darimu

Harusnya banyak ruang ilmu yang bisa engkau berikan padaku

Harusnya banyak hal yang bisa engkau tularkan padaku…pada kami

Sayangnya engkau telah direnggut dengan paksa dariku ..dari kami

 

Abah….

Hari ini aku berdiri disini disebuah lembaga yang mengaungkan kata HAK ASASI MANUSIA – KOMNAS HAM

Apakah benar mereka bekerja untuk itu? Sementara nasib kasusmu terseok2 tak jelas?

Apakah perlu seorang pejuang HAM yang dibunuh karena permufakatan jahat dan telah diputuskan pengadilan ada campur tangan lembaga negara masih tidak dinyatakan pelanggaran ham berat?

Apakah kurang mewakili banyak orang atas pembunuhanmu sehingga perlu hitungan nyawa lagi?

Apakah alasan birokrasi membuat mereka ambigu dan terus membuat alasan pembenaran atas ketidak mampuan mereka bekerja?

Kalau engkau yang ada disini pasti akan lain ceritanya.

 

Abah…

Mungkin ragamu tak ada disini namun aku yakin engkau selalu hadir menemani kami.

Pada sebuah rasa ketakutan membuat kami berani…berbicara dan berekspresi

Pada sebuah kejahatan kemanusaian engkau hadir mendorong kami untuk trus melawan.

Engkau hadir diruang2 sunyi untuk trus menyemangati kami untuk tidak takut.

Terimakasih abah telah hadir dikehangatan hati kami dalam kemanusiaan tanpa penindasan.

 

Jakarta, 8 Desember 2021.

Dibaca Diva Suukyi Larasati di Komnas HAM Hari ini, 8 Desember 2021

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini