Selamat Jalan Kak Azis Franklin

Azis Franklin bernyanyi diiringi sapek menolak lupa Situs Sekaran. (Terakota/Eko Widianto).

Terakota.id—Innalillahi wa innailaihi rojiun, Kota Malang kehilangan seniman multi talenta. Azis Suprianto atau yang akrab disapa Kak Azis Franklin pukul 13.10 pada Jumat, 19 Februari 2021. Seorang pesulap, pantomim, teater, pelukis, pemusik, kreator instrumen sapek dan dalang wayang kontemporer. Azis meninggal karena sakit kanker yang dideritanya.

Azis sakit sejak beberapa waktu lalu, sempat menjalani pemeriksaan dan diagnosa di rumah sakit swasta dinyatakan mengidap kanker stadium lanjut. Jumat pagi, ia mengembuskan nafas terakhir. Laman Facebook Kak Azis Franklin bertubi-tubi mendapat ucapan duka cita dari seniman, sahabat dan kolega terdekat. Padahal, 15 Februari sejumlah temannya mengucapkan selamat ulang tahun dan mendoakan agar lekas sembuk dan pulih seperti sedia kala.

Pemerhati wayang Malang, Yudit Perdananto menulis status, “Selamat jalan dan terima kasih Bapak Kak Azis Franklin Suprianto. Pemusik sekaligus dalang wayang kontemporer di Malang. Telah memberi warna kehidupan seni di Malang. Semoga segala jerih payah beliau di terima di sisi Allah SWT..”

Sebelumnya Redy Eko Prastyo  menggelar ngamen daring yang hasilnya digunakan untuk donasi kepada Kak Azis. Termasuk agar Kak Azis mendapat perawatan dan pelayanan kesehatan. Semua hasil ngamen didonasikan kepada Kak Azis.

Sementara sejarawan dan arkeolog Universitas Negeri Malang M. Dwi Cahyono mengaku kehilangan sosok Azis yang mencintai anak-anak. “Selamat jalan Kak Azis. Guru seni anak-anak yang bersahaja. Sungaiku, sungaimu, sungai kita semua,” tulis Dwi Cahyono di dinding Facebook.

Legislator DPRD Kota Malang Jose Rizal mengaku kehilangan. “Dikabari beliau sakit dan diopname di Lavalette. Pada 13 Feb kemarin. Masuk ke kamar beliau utk memberikan surprise, dukungan, dan do’a kepada beliau. Tapi, Alloh berkehendak lain, Kak Azis Franklin Suprianto hari ini dipanggil ke pangkuanNya. Innallahi wa inna ilaihi roji’un ..Semoga dirimu selalu dalam belaian Rahman dan RahimNya .. .”

Azis dikenal dengan sebutan Kak Azis Franklin sejak mendongeng dengan boneka Franklin. Lantas nama itu terus melekat hingga akhir hayat. Karena kepiawaiannya bermusik, ia sempat berkeliling  sejumlah negara di Eropa. Bermain musik sebagai misi kebudayaan.

Bahkan, ketetarikannya terhadap instrumen sapek memaksanya berkreasi membuat instrumen khas Suku Dayak di Kalimantan. Sapek dibuat dari bekas kayu tiang penyangga. Selama ini, ia tak pernah mengeluh atas sakit yang dideritanya. Bahkan, sempat mengikuti pasar seni di Dewan Kesenian Malang, 28 Desember 2020.

Ia menunjukkan sejumlah instrumen musik yang dibuat dari tangan kreatifnya. Mulai sapek, gitar dan karinding. Seniman multitalenta itu telah berpulang. Selamat jalan Kak Azis. Jenazah akan dikebumikan dalam penghormatan terakhir di TPU Nasrani Sukun, Sabtu 20 Februari 2021 pukul 09.00 WIB.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini