Selamat Datang Wisata Halal di Kota Malang

Terakota.id—Sekitar 50 gerai berjajar di sepanjang Jalan Gajah Mada Kota Malang. Jalan yang terletak di samping Balai Kota Malang ini dipenuhi beragam sajian kuliner. Inilah wisata halal. Termasuk informasi travel, destinasi dan hotel halal. Ratusan orang berjalan berdesak-desakan di sejumlah gerai yang menyediakan makanan khas seperti makanan Jepang dan Cina.

Semua kuliner yang tersedia dijamin menggunakan bahan yang halal. Selain itu seluruh proses pembuatannya juga halal. Para pengunjung rela antre untuk mendapat kuliner yang diminati. Bazar kuliner halal ini menandai, peluncuran Malang wisata halal.

“Makanan ini semua prosesnya jelas halal,” kata Wali Kota Malang Sutiaji yang mencicipi penganan di salah satu gerai. Pemerintah Kota Malang, katanya, akan menggandeng perguruan tinggi untuk proses seleksi dan sertifikasi makanan halal. Bakal dibentuk tim verifikasi, salah satunya menggunakan laboratorium halal di Universitas Brawijaya.

Tari topeng menyambut bazar kuliner halal di Kota Malang. (Terakota/Eko Widianto).

“Sebelum 99 hari atau bulan ketiga sudah selesai,” katanya. Wali Kota Malang Sutiaji menjanjikan akan merealisasikan sejumlah program yang menjadi visi dan misinya dalam pemilihan Wali Kota dalam tempo 99 hari. Wisata halal ini diluncurkan usai apel hari santri nasional di Balai Kota Malang.

Tak hanya wisata halal, Kota Malang juga akan menyiapkan wisata kuliner khusus penggemar vegetarian. Lantaran sejauh ini tak banyak restoran yang menyediakan menu vegetarian. “Banyak yang mengeluh susah mencari makanan vegetarian di Indonesia. Malang akan menyiapkan,” ujarnya.

Bazar kuliner halal ini sekaligus memberikan pendidikan atau edukasi kepada masyarakat jika banyak kuliner halal yang tersedia dengan beragam varian. Termasuk masakan khas Cina dan Jepang yang selama ini disajikan dengan bahan baku atau proses yang tak halal. Mereka tergabung dalam Asosiasi Chef Halal Indonesia.

Kini, para juru masak atau chef hotel berbintang yang bersertifikat mengolah masakan halal. Sehingga hasil masakan memiliki cita rasa khas hotel berbintang. Namun dalam pengolahan bahan makanan menggunakan bahan halal dan proses yang tak perlu diragukan kehalalannya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ida Ayu Made Wahyuni menjelaskan jika sejumlah hotel, retoran, travel dan destinasi di Malang memenuhi standar wisata halal. Wisata halal yang dimaksud, katanya, merupakan fasilitas penunjang yang memadai untuk umat muslim beribadah.

Selain itu, makanan dan destinasi sesuai dengan syariat. Sejauh ini kunjungan wisatawan dari Timur Tengah yang berkunjung ke Malang dengan tujuan wisata halal sekitar 400 orang dalam setahun.

Pengelola hotel, katanya, telah menyediakan fasilitas yang memadai untuk wisata halal. Bahkan sejumlah destinasi didesain untuk wisata halal. Menurutnya potensi wisatawan dari Negara muslim cukup besar. Sehingga bisa ditarik untuk berkunjung ke Malang.

Asosiasi Chef Halal Indonesia Malang menyajikan beragam kuliner halal khas hotel berbintang. (Terakota/Eko Widianto).

Sedangkan total wisatawan seluruhnya untuk wisatawan mancanegara mencapai 5 ribu sedangkan wisatawan nusantara hampir 5 juta. “Jumlah wisatawan untuk wisata halal masih kecil,” katanya.

Untuk itu, Pemerintah di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu) tengah mendesain rencana aksi untuk wisata halal tersebut. Rencana aksi disusun melintasi batas administarsi lantaran Malang merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.

Kunjungan wisata halal di Indonesia berada di urutan nomor dua bersama Uni Emirat Arab. Sedangkan posisi pertama dipegang Malaysia. Data tersebut berdasar Global Muslim Travel Index (GMTI) yang menjadi acuan pertama standardisasi industri wisata halal di Indonesia.

“Indonesia meraih 2,5 juta wisatawan,”katanya. Targetnya 2019, Indonesia bisa menggeser Malaysia. Untuk itu, dibentuk tim percepatan wisata halal di 10 provinsi. Sebelumnya hanya Aceh Sumatera Barat dan Riau. “Kota Malang potensial karena kulinernya terkenal enak,” katanya.

Hotel, travel, destinasi wisata dan restoran bakal menjadi penopang hadir wisata halal. Selain Bazar Wisata Halal juga diselenggarakan bedah buku Pariwisata Halal dalam Perspektif Multidimensi karya profesor M. Djakfar dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

 

2 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini