Sarinah, Perempuan dan Kemanusiaan

Kitab Sarinah ditulis oleh Presiden Sukarno (Foto : Kaskus)

Terakota.id-Gambar siluet perempuan bersanggul berwarna biru dibingkai tulisan huruf ‘S’ dengan tulisan sambung ‘sarinah’ berwarna merah menjadi logo resmi Toserba Sarinah.  Tulisan sambung sarinah merupakan replikasi tulisan tangan Presiden Sukarno.

Logo itu diharapkan menjadi simbol peran perempuan Indonesia dalam perjuangan ekonomi bangsa. Sedang, tulisan sambung berbunyi sarinah itu merupakan replikasi dari tulisan tangan Bung Karno yang ia bubuhkan sebagai judul kitabnya yang berisi kewajiban wanita dalam revolusi nasional.

Sementara  nama Sarinah berasal dari nama seorang perempuan yang memiliki andil besar dalam membentuk kepribadian Bung Karno. Seorang perempuan jelata, rakyat kecil, tapi berjiwa dan berbudi besar. Sekaligus yang senantiasa mencurahkan kasih sayang kepada Sukarno muda.

“Pengasuh saya itu bernama Sarinah. Ia “Mbok” saya. Ia membantu ibu saya, dan dari dia saya menerima banyak rasa cinta dan rasa kasih. Dari dia saya banyak mendapat pelajaran mencintai ‘orang kecil.’ Dia sendiri pun ‘orang kecil.’ Tetapi budinya selalu besar!”  kata Sukarno dalam pengantar buku berjudul Sarinah pada 3 November 1947.

Dari Mbok Sarinah, Sukarno kecil mengimani perikemanusiaan. “Dari bapak datang teosofi  dan Islamisme. Dari Ibu, Hinduisme dan Buddhisme. Sarinah memberiku humanisme. Dari Pak Cokro datang Sosialisme,” tulis Cindy Adams dalam Biografi Bung Karno berjudul “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat.

Dalam buku Sukarno, Perempuan dan Revolusi karya Ashad Kusuma Djaya  menyebutkan nama Sarinah sejajar dengan tokoh sekaliber Tjokro Aminoto dalam membentuk diri Bung Karno.

Logo Sarinah (Antarafoto)

Sebagai seorang pengasuh, Sarinah tak hanya mengajak Sukarno bermain, memandikan, atau mengganti baju yang kotor karena lumpur. Lebih dari itu, Sarinah mengajari banyak hal pada Sukarno kecil yang kelak membekas dalam sanubarinya. Dia mengajari Sukarno untuk mencintai rakyat kecil.

Saat itu Sarinah sedang memasak di gubuk kecil di samping rumah orang tua Sukarno. Sedangkan Sukarno kecil duduk menemani sang pengasuhnya yang memberinya kasih sayang layaknya seorang ibu.

“Karno di atas segalanya engkau harus mencintai ibumu.Tapi berikutnya engkau harus mencintai rakyat kecil. Engkau harus mencintai umat manusia,” penggalan nasihat Sarinah kepada Sukarno kecil. Penghormatan pada sosok Sarinah inilah yang diabadikan Sukarno melalui nama buku dan toserba buah gagasannya.

 

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini