Sarasehan Sejarah Hari Ibu dan Gerakan Perempuan di Indonesia

Terakota.id–Hari ibu tak bisa dipisahkan dari sejarah gerakan kelompok perempuan di Indonesia. Hari Ibu ditetapkan Presiden Sukarno berdasarkan Kongres pertama kelompok perempuan di Yogyakarta, 22 Desember 1928. Kelompok perempuan ikut terlibat dalam gerakan perebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Gerakan perempuan mengalami pasang surut. Aktivis kemanusiaan, feminis asal Belanda, sekaligus Profesor antropologi budaya Universitas Amsterdam, Saskia Eleonora Wierenga menuturkan gerakan perempuan melemah setelah tragedi 1965.

Untuk mengupas sejarah gerakan perempuan di Indonesia, Terakota.id menggelar Sarasehan Sejarah di Kedai Kopi Kalimetro, Jalan Joyosuko Metro 42, Merjosari, Malang. Pada Rabu, 27 Desember 2017 pukul 18.45-21.30 WIB. Menghadirkan Saskia Eleonora Wierenga dan Nursyahbani Katjasungkana, aktivis perempuan dan pendiri LBH APIK.

Yuk, ajak teman dan saudara untuk mengetahui sejarah perkembangan gerakan perempuan di Indonesia.

Tinggalkan Pesan