Raisa dan Hamish Lebih Perhatian Kesehatan setelah Memiliki Momongan

Terakota.id-Pasangan selebritas Raisa dan Hamish Daud mangaku setelah memiliki buah hati, lebih memperhatikan kesehatan. Bahkan, saat mata anaknya bengkak dia bingung dan mencari tahu melalui mesin pencari. Bukan mendapat jawaban, malah membuatnya semakin takut atas sakit yang dialami anaknya.

“Menjadi lebih takut. Setelah konsultasi di good doctor mendapat penjelasan dan konsutlasi dari dokter dengan jelas dan detil,” kata Raisa. Dalam waktu satu jam, obat langsung diantar ke rumah. Sehingga lebih tenang dan mendapat pelayanan yang memadai.

“Obat diantar dalam satu jam. Tanpa keluar rumah dan telepon sana sini,” kata Hamish dalam peluncuran aplikasi Good Doctor secara daring pada Senin 1 Maret 2021.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih mengatakan selama ini masih ada disparita akses layanan kesehatan. Layanan kesehatan dari Sabang sampai Merauke terjadi jarak. “Sehingga masih banyak yang mengobati diri sendiri,” katanya.

Untuk itu, akses harus dibuka seluas-luasnya dan selebar-lebarnya. Akses dibukan dengan sentuhan teknologi. Dengan menyediakan layanan dokter yang berkualitas, kredibel, terdaftar dan memiliki izin dari negara.

“Konsultasi good doctor dengan dokter yang kredibel dan membantu masyarakat yang konsultasi dengan layanan lebih baik,” katanya. Daeng mengapresiasi gooddoctor yang mengembangkan aplikasi teknologi digital dalam layanan kesehatan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba menjelaskan ekosistem telemedis nasonal mulai berkembang. Perkembangan telemedis terjadi sejak masa pandemi Covid-19. Telemedis berkembang antara enam sampai 10 kali lipat. Sehingga dibutuhkan pula infrastruktur pelayanan kesehatan di Indoensia.

Foto : @raisahamish_

“Pandemi covid-19, telemedis turut  berkembang ,” katanya.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Harbuwono menjelaskan kemajuan dan perkembangan internet memungkinkan setiap manusia terhubung. Sehingga revolusi industri menghadirkan paltform untuk menjembatani akses kesehatan. “Era revolusi industri memungkinkan berkembang temedis,” katanya.

Data badan kesehatan dunia WHO menyebutkan hanya sekitar tujuh persen rumah tangga yang menggunakan telepon dan konsultasi daring. Lantaran mereka tak tahu untuk menggunakan fasilitas tersebut. Sehingga hadir telemedis yang memberikan konsultasi kesehatan untuk semua.

Good Doctor menghadirkan satu dokter untuk semua warga telemedis. Mengutamakan kemudahan dan layanan kesehatan yang mudah diakses. Konsultasi menghadirkan ribuan dokter umum dan dokter spesialis. Memberi akses pembelian obat di 2 ribu mitra aptek, serta janjian mendapat pelayanan medis dan mengecek kesehatan di seribu RS dan klinik.

Managing Director Good Doctor Technology Indonesia Danu Wicaksana menjelaskan jika sepanjang sepanjang 2020 katadata merilis telemedis berkembang secara signifikan. Meningkat hingga enam kali setelah awal pandemi. “Gooddoctor tumbuh 6-10 kali,” katanya.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini