Pulau Sempu Bank Plasma Nutfah Terakhir

Pulau Sempu juga menjadi tempat tumbuh subur sejumlah flora unik. Hari Sulistyowati dalam jurnal berjudul status flora di cagar alam Pulau Sempu 2008 menjelaskan sebesar 54,54 persen flora di seluruh Pulau Sempu dikategorikan dalam kualifikasi unik. Sedangkan 32,73 persen sangat unik, dan sekitar 12,73 persen kategori cukup unik.

Terakota.id–Perahu nelayan berjajar di dermaga Sendang Biru,  Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Sebagian nelayan telah mengaruhi samudera Indonesia, melaut untuk mengais rezeki. Ikan tuna, dan cakalang menjadi primadona para nelayan. Hasil tangkapan dilelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondok Dadap.

Sebagian nelayan memilih duduk di buritan perahu, duduk meriung sembari memperbaiki jaring dan bercengkerama dengan sesama nelayan.  Salah satunya, seorang pria berkulit legam lantaran terbakar sinar matahari. Ia menghabiskan waktu seharian di kapal yang tengah bersandar di dermaga. Namanya Slamet Muji Santoso, 24 tahun.

Sehari-hari ia menghabiskan waktu di lautan, menjadi nelayan yang ia percaya adalah panggilan hidupnya. Slamet mewarisi pekerjaan ayahnya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sebuah perahu yang dibeli sang ayah pada 10 tahun silam menjadi modal utamanya.

“Saat itu membeli perahu bekas seharga Rp 95 juta,” kata Slamet. Di belakang perahu nelayan yang bersandar, terlihat sebuah pulau. Daratan hijau dipenuhi vegetasi, dikeliling air laut yang berwarna biru. Inilah Pulau Sempu. Air terlihat tenang tak ada gelombang besar layaknya pesisir selatan Jawa. Air laut tenang menguntungkan nelayan, perahu nelayan bisa bongkar muat ikan tuna di dermaga.

Sendang biru menjadi aman dan menguntungkan nelayan karena Pulau Sempu yang berada berjarak sekitar 200 meter di sisi selatan pesisir Sendang Biru. Pulau Sempu memecah gelombang besar laut selatan Jawa.

REHAT Perahu nelayan tengah bersandar di pantai Sendang Biru. Para nelayan tengah memperbaiki alat tangkap di buritan perahu. (Terakota.id/Eko Widianto)

Sebagian nelayan kadang mengantar orang untuk berkunjung, menginap atau berkeliling pulau seluruh kawasan 877 hektare ini. Lokasinya sekitar 70 kilometer selatan Kota Malang. “Sebagian nelayan menggantungkan hidup di sana,” kata Kepala Desa Tambak Rejo, Yonatan Saptoes.

Kepala Desa yang baru menjabat selama empat bulan ini mengaku belum tahu persis berapa nelayan yang mendapat keuntungan dari kunjungan ke Pulau Sempu.  Selain nelayan menyediakan perahu untuk menyeberang dari Pantai Sendang Biru ke Pulau Sempu juga menjadi pemandu masuk di dalam kawasan.

Baca juga :  Semua Bicara Sempu, Jaga dan Lindungi

Pulau Sempu selalu menarik wisatawan, karena pemandangan alam yang indah dan udara segar. Serta laguna di dalam Pulau Sempu, yakni segara anakan menjadi daya tarik sendiri. Setiap tahun, diperkirakan sekitar 30 ribu wisatawan mengunjungi Pulau Sempu. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur merupakan otorita yang mengawasi dan menjaga kawasan konservasi itu.

Sejumlah situs wisata dan situs pemerintah Kabupaten Malang menyebut Sendang Biru dan Pulau Sempu sebagai objek wisata alam. Diulas keindahan alam yang dilengkapi dengan foto dan video. Ulasan Pulau Sempu merupakan objek wisata juga tersebar di lini masa media sosial. Sehingga, semakin banyak wisatawan yang berdatangan ke Pulau Sempu.

2 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here