Polisi Air Berpatroli di Sungai Wonosalam

Polisi air SMPN Wonosalam Jombang memungut sampah yang memenuhi badan sungai Wonosalam. (Foto: SMPN Wonosalam).
Iklan terakota

Terakota.ID–Puluhan polisi air Sekolah Menengh Pertama Negeri (SMPN) Wonosalam, Jombang berpatroli di Sungai Wonosalam, Ahad 13 Maret 2022. Mereka menemukan banyak sampah yang berserakan di badan sungai. Selama kurang dari satu jam, terkumpul sebanyak tiga karung sampah seberat satu kwintal.

Mereka memunguti sampah yang hanyut di sungai, dan di tepi sungai. Lantaran banyak warga setempat yang membuang sampah ke aliran sungai. Salah seorang polisi air, Muhammad candra Rahmadani, 14 tahun, menjelaskan banyak warga yang tak terlayani angkutan sampah. Sehingga mereka memilih membuang sampah ke sungai.

“Sungai menjadi kotor, tercemar dan tidak manfaatkan kebutuhan sehari-hari,” katanya dalam siaran pers yang diterima Terakota. Sungai Wonosalam menjadi sasaran aksi polisi air lantaran banyak sampah.

Guru pendamping polisi air, Kukuh Irijanto mengatakan kegiatan polisi air berpatroli memungut sampah merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat di hilir sungai. Lantaran sungai akan mengalir dari hulu ke hilir dan dimanfaatkan untuk air bersih. “Sampah harusnya dikelola, jangan mencemari sungai,” ujarnya.

Polisi air SMPN Wonosalam Jombang memungut sampah yang memenuhi badan sungai Wonosalam. (Foto: SMPN Wonosalam).

Selain itu, sungai bisa dikembangkan menjadi objek wisata jika tak ada sampah. Sehingga akan memberikan dampak besar bagi warga Wonosalam. Pengelola wisata, katanya, harusnya  mengelola sampah mereka sejak dari sumbernya di rumah.

Dalam aksinya, mereka juga melibatkan Kelompok Pengelola Hutan Rakyat sumber Sejahtera (KPHRSS) Wonosalam, Jombang. Ketua kelompok Supriyo mengatakan kegiatan memunguti sampah yang dilakukan polisi air perlu didukung. Selain itu, juga menggugah warga setempat untuk lebih peduli dengan lingkungan dan sungai.

Komunitas yang peduli terhadap sungai, katanya, diharapkan berdampak terhadap kelestarian lingkungan. Supriyo menambahkan sungai Wonosalam memprihatinkan lantaran sampah memenuhi badan sungai. “Sampah perlu dikendalikan sejak di rumah. Ada pemilahan untuk mengendalikan timbulan sampah. Agar tidak dibuang ke sungai,” katanya.

Polisi air SMPN Wonosalam Jombang memungut sampah yang memenuhi badan sungai Wonosalam. (Foto: SMPN Wonosalam).

Sehingga sungai menjadi enak dipandang dan sehat. Sungai, ujarnya, bukan hak kita tetapi hak semua orang. Jadi semua pihak harus ikut menjaganya. KPHRSS melakukan monitoring sungai dari longsor dan biota sungai secara rutin. Supriyo berharap area sungai menjadi kawasan lindung yang nol penebangan.

“Harus dilakukan penanaman pohon di sepadan sungai. Supaya tetap terjaga dan sesuai fungsinya,” kata Supriyo. Sampai saat ini Wonosalam belum memiliki tempat pembuangan dan pengelolaan sampah mandiri. Sehingga masyarakat banyak yang membuang sampahnya di sungai.