Pesona Wisata Arkeologis Gua Tenggar Tulungagung

pesona-wisata-arkeologis-goa-tenggar-tulungagung
Suasana di dalam objek wisata arkeologis Gua Tenggar, Tulungagung. (Foto : Dhanny Sutopo).

Terakota.idFosil tulang binatang prasejarah bertebaran di Gua Tenggar. Berbagai penelitian arkeologis dan ekskavasi dilakukan untuk mendalami situs arkeologis Gua Tenggar Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. Melibatkan arkeolog dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Kekayaan arkeologis ini menjadi bukti kehidupan prasejarah di sini. Sehingga harus dijaga dan dilestarikan. Pengunjung tak boleh main-main, menyentuh apalagi mengambil fosil berharga tersebut. Sehingga harus ada usaha konservasi dan menjaga kawasan tetap lestari.

Masyarakat berharap gua Tenggar menjadi objek wisata terutama edukasi arkeologi. Lantaran bukti arkeologis prasejarah jarang ditemukan. Eksotisme gua belum banyak dikenal masyarakat luas, dan menjadi destinasi wisata andalan. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cakra Anom, Tenggarejo salah satu yang menggerakkan wisata Gua Tenggar.

Mulut gua Tenggar, Tulungagung terlihat eksostis dan memiliki nilai sejarah. (Foto : Dhanny Sutopo).

Haus, dan lapar? Silakan mampir ke warung yang berdiri di tepi telaga Gua Tenggar. Aneka minuman, seperti kopi dan makanan instan tersedia. “Jangan khawatir, segera disediakan minuman dan kuliner khas Tenggar,” kata Kepala Dusun sekaligus pembina Pokdarwis Cakra Anom, Arif dalam siaran pers yang diterima Terakota.id.

Beragam promosi dilakukan untuk mengenalkan Gua Tenggar menjadi wisata edukasi di Tulungagung. Bakal disediakan pemandu yang mampu menjelaskan aneka temuan yang menjadi peninggalan sejarah yang harus dijaga, dirawat dan dilestarikan.

Serta turut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Turut  dilibatkan dalam mengelola pariwisata di kawasan Tulungagung. Untuk menggerakkan wisata arkeologis Gua Tenggar, Universitas Brawijaya menggelar Doktor Mengabdi mulai September hingga November 2019. Sebanyak empat dosen Universitas Brawijaya dilibatkan antara lain Roosy Rusmawati, Sigit Prawoto, Arief Budi Nugroho, dan Dhanny S. Sutopo.

Tersedia aneka minuman dan makanan di warung yang dikelola Pokdarwis memanjakan wisatawan di Gua Tenggar. (Foto : Dhanny Sutopo).

Ingat, berkunjung ke Gua Tenggar harus memperhatikan aturan yang ditetapkan pengelola. Wisatawan harus waspada dan berhati-hati, agar tak merusak peninggalan sejarah. “Harus sesuai dengan kaidah pengembangan destinasi arkeologis,” ujar Ketua tim doktor mengabdi Rossy.

Agar daya tarik arkeologis Gua Tenggar tetap terjaga. Peninggalan sejarah arkeologis harus dirawat dan dilestarikan. Agar tak rusak dan merugikan sejarah. Untuk itu, akan didesain sebuah kawasan yang secara khusus mempertimbangkan kelestarian peninggalan arkeologi.

Gua Tenggar, katanya, merupakan warisan pengetahuan prasejarah yang harus dijaga. Namun, masyarakat sebagai pengelolaan wisata bisa mendapatkan manfaat secara maksimal dari pengembangan destinasi Gua Tenggar.

Desain pengembangan wisata disiapkan untuk 2020 mendatang. Agar penyempurnaan pengelolaan kawasan Gua Tenggar semakin kuat dengan menerapkan konsep community-based tourism. Sehingga pariwisata semakin maju, masyarakat sejahtera dan secara arkelogis peninggalan prasejarah tetap lestari.

Tim doktor mengabdi ini berinteraksi dengan masyarakat di Desa Tenggarejo untuk membantu mengelola kawasan tersebut. Program pengabdian masyarakat ini diharapkan bisa menciptakan masyarakat yang produktif dan berinovasi untuk mengelola wisata di Gua Tenggar.

“Kami membantu memperkuat Pokdarwis dan membentuk kegiatan produktif,” kata Rossy. Tim doktor mengabdi menyediakan dua set alat sablon. Anggota Pokdarwis antusias berlatih menyablon kaos. Bakal disediakan aneka desain kaos bergambar Gua Tenggar yang bakal menjadi cinderamata bagi wisatawan.

“Bisa menjadi sovenir sekaligus sebagai media promosi,” kata anggota Pokdarwis.

Anggota Pokdarwis belajar mendesain dan sablon untuk menghasilkan aneka kerajinan cidera mata yang menarik. Sekaligus untuk menyediakan aneka media promosi di wisata Gua Tenggar.

Serta membangun warung untuk menyediakan aneka menu untuk wisatawan. Warung dibangun di pinggiran telaga Gua Tenggar. Wisatawan bisa beristirahat dan mencicipi aneka kuliner dan minuman di sini.

Warung didesain anggota Pokdarwis sendiri, dan berinovasi untuk mengembangkan wisata. Juga bakal dibangun sejumlah spot untuk berswafoto. Agar wisatawan bisa menyimpan kenangan saat berkunjung.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini