Pesan Antikorupsi dari Malang

Masyarakat Malang menulis pesan dan harapan antikorupsi. (Terakota/Fausi).

Terakota.id–Sekitar 200 an orang berbaris berjalan dari depan museum Brawijaya Kota Malang, Jalan Ijen, Ahad 9 Desember 2018. Mereka membetangkan spanduk bertulis “Malang Raya Bersatu Melawan Korupsi.” Sedangkan lima pemuda mengenakan kain jarik, dan berkaos hitam. Kain hitam melingkar di depan mata, kedua mata tertutup. Mereka berjalan tanpa mengenakan alas kaki.

Tangannya memegang anglo, berisi dupa. Aroma dupa menguar, harum semerbak sepanjang jalan. Seorang perempuan membawa pelantang, berorasi mengajak warga untuk menyampaikan pesan. Pesan antikorupsi, pesan kepada para pejabat publik. Di antara warga dari sekitar 10 komunitas antikorupsi, hadir Wakil Wali Kota Sofyan Edi Jarwoko, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Dinas Kesehatan.

Menyemai benih antikorupsi sejak dini. Sejumlah pemuda membagikan kertas kosong kepada para pengunjung car free day. Masyarakat menyambut, mereka menulis harapan dan pesan agar Malang bebas korupsi. Beragam pesan yang disampaikan seperti, “kita miskin karena koruptor”, “koruptor dihukum gantung. Setuju?”, dan  “Malang bersatu melawan korupsi.”

Aksi teatrikal satu hari melawan korupsi. (Terakota/Fausi).

Sepanjang jalan, masyarakat Malang beramai-ramai menulis pesan dan harapan. Kertas putih bertulis pesan dari masyarakat ini dikumpulkan. Mereka berjalan sepanjang satu kilometer sampai di depan simpang balapan. Sebuah panggung berdiri di persimpangan, tiga papan berisi kertas putih terpasang berjajar.

Satu per satu masyarakat menulis pesan dan harapan. Selain pesan, mereka juga menulis nama masing-masing. Di atas panggung, para seniman menampilkan puisi, musikalisasi puisi, teatrikal, dan bernyanyi. Mereka sama-sama menyampaikan pesan antikorupsi. Termasuk teater celoteh yang tampil dengan judul satu hati menolak korupsi.

Pimpinan teater Bedjo Sandy menjelaskan pesan yang disampaikan dalam pertunjukan seni teater tersebut. Korupsi yang mendera Malang Raya (Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang) merupakan sebuah tamparan. Pejabat publik yang dipilih rakyat secara langsung, telah berkhianat. Mencuri uang rakyat.

“Bersama-sama dimulai dari hati menolak korupsi. Hari harus dan pikiran harus bersih,” katanya. Gerakan antikorupsi, katanya, harus dilakukan bersama-sama. Sesuai dengan kapasitas dan aktivitas masing-masing. Masyarakat beragam, bersama-sama menolak segala bentuk korupsi.

Bersih dengan Semangat Malang Kucecwara

Kegiatan ini merupakan rangkaian Festival Antikorupsi yang diselenggarakan komunitas dan pegiat antikorupsi. Wali Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko juga menyampaikan pesan antikorupsi di atas panggung. Ia mengajak seluruh masyarakat dan aparatur Negara untuk menjauhi korupsi.

Para pegiat antikorupsi mengajak masyarakat Malang menyampaikan pesan antikorupsi. (Terakota/Fausi).

Sofyan juga menjelaskan makna slogan Malang Kucecwara yang memiliki manka filosofis. Sehingga semboyan atau slogan itu harus dijadikan pijakan dalam menjalankan pemerintahan. “Malang Kucecwara dari bahasa sanksekerta artinya Tuhan menghancurkan yang bathil atau jahat dan menegakkan yang benar,” kata Sofyan. Selain itu Sofyan menyebutkan komitmen Pemerintah Kota Malang untuk memberikan pelayanan secara maksimal. Serta sejak dini mencegah korupsi dengan membangun sistem yang baik.

“Termasuk menerapkan pendidikan antikorupsi di Sekolah,” ujarnya. Koordinator divisi advokasi Malang Corruption Watch (MCW) Fausi Wibowo menjelaskan terkumpul 912 pesan. Seluruh pesan akan dikumpulkan dan bakal dipamerkan dalam dialog antikorupsi di Graha Widya Universitas Widyagama Malang, Senin 10 Desember 2018.

“Pesan itu akan dipampang, publik akan melihat harapan dan pesan yang tertera,” katanya. Selain itu, pesan akan ditabulasi dan disampaikan kepada pejabat publik di Malang Raya. Mulai Wali Kota Malang, Wali Kota Batu dan Bupati Malang. Tak ketinggalan juga pesan disampaikan kepada para legislator di Malang Raya.

Fungsionalis Pembinaan Jaringan Kerjasama Antara Komisi dan Instansi KPK , Nanang Farid Syam turut menulis pesan antikorupsi. (Terakota/Fausi).

MCW mencatat sepanjang 2016 hingga 2018, sebanyak 13 kepala daerah di Jawa Timur ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di antaranya tiga kepala daerah di Malang Raya serta sejumlah pengusaha dan 41 legislator Kota Malang. Malang menjadi darurat korupsi, sehingga seluruh elemen masyarakat di Malang perlu partisipasi terlibat menjaga Malang Raya bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Elemen yang tergabung dalam kampanye festival antikorupsi antara lain MCW, Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP), Forum Masyarakat Peduli Kesehatan (FMPK), Organisasi Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Antikorupsi (AL-MAK), dan komunitas seni. Meliputi Teater Celoteh, Sangkar Malang, dan Performance Art Malang.

 

 

 

 

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini