Perjamuan di Serambi Tambun Bungai

Oleh : Cak ipan Tagem (Irfan AS)*

Terakota.id–Suatu masa,

Aku menjadi telanjang dan dipajang pada sebuah etalase memoria yang disembunyikan di balik bongkahan sejarah renta beruban senja Borneo bagian tengah, yang selanjutnya dikunyah dalam ruang mulut sebuah konsepsi bagian negara.

Menyisahkan celoteh berjuta kemaluan yang berharap pengakuan dalam puji-pujian samar di rumah-rumah tuhan.

Dan,

Bocah 10 tahun bertanya dengan awan jingga di matanya : siapakah yang sedang kau ratap di sini, wahai rombongan srigala ?

Bagaimana  kalian berani bermetafora, tentang setetes madu yang berenang di tengah samudera baram ?  tatkala kerongkongan kalian menjadi jalur bebas hambatan namun berpalang rambu-rambu kemunafikan  untuk menenggak suguhan baram dan madu yang sudah hampir satu abad bergumam dalam gelas di mejamu dan dipenuhi buih gerimis tipis dari rembesan tangis belantara yang dibabat habis.

Sekalipun duka-duka yang mereka tertawai adalah bergelas-gelas bir dioplos berkubik keringat dari sisa-sisa birahi perjalanan sepasang kaki dari tebing hulu sampai dasar hilir dan membekas tapak beraroma anyir

Dan,

Karena Ini bukan hanya dongeng sebatang lisong yang diracik di ranjang perempuan tenang di kampung halaman tanpa air mata dan linang.

Ini juga bukan sekedar upacara pembacaan mantra-mantra untuk sekedar memperpanjang usus-usus penghianatan yang menghantarkan para kaum cukong yang kencing di balik kelambu rumah-rumah bordir dari hasil pembantaian berjuta ulin jingga juga merbau yang merahnya melebihi darah dan air mata ibu mereka. yang dihapus dari album kenangan berjudul Indonesia.

 

Palangkaraya,  Januari 2021

Irfan AS

Lahir di Gresik, 1984, mengawali proses kreatif di sanggar Teater Kramas Melati – SMA Muhammadiyah 4 Sidayu di era 2001-2006, mendirikan Teater Jalanan bersama kawan-kawan Speakers-G Gresik, Sempat bergabung bersama KOTA SEGER sebelum Hijrah ke tanah Dayak. Saat ini Aktif berproses Seni Teater dan Sastra di Kelompok Limbah Sastra, membina Sanggar Tjangkir Boedaja serta LINTAS Teater SMAN 2 Sampit, Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Daerah Kotawaringin Timur. Tinggal di Jl. Metromuara 1A no.15, Sampit Kotawaringin Timur.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini