Penutupan Gunung Bromo dan Semeru Diperpanjang

Seorang pendaki di puncak Mahameru dengan latar kepulan asap yang keluar dari kawah. (Terakota/ Abdul Malik).

 Terakota.idBalai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) memperpanjang penutupan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Menyusul keputusan pemerintah memberlakukan Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Penutupan dituangkan dalam surat Pengumuman tentang Penutupan Objek dan Daya Tarik Wisata Alam di Kawasan TNBTS. Surat dikeluarkan dan ditandangani Novita pada 25 Juli 2021.

“Memperhatikan arahan dan pernyataan Presiden memberlakukan PPKM. Objek dan daya tarik alam di kawsan TNBTS diperpanjang sampai pengumuman lebih lanjut,” tulis Kepala Pelaksana harian Kepala BBTNBTS Novita Kusuma Wardani.

Di Kawasan TNBTS, wisata Gunung Api Gunung Bromo dan pendakian Gunung Semeru yang menjadi daya tarik wisata alam. Penutupan kawasan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19.

BBTNBTS mengerahkan petugas dan relawan untuk menjaga lima pintu masuk kawasan TNBTS. Meliputi Coban Trisula di Malang, Penanjakan di Pasuruan, Tengger Laut Pasir di Probolinggo, Ranu pani dan Senduro di Lumajang. “Termasuk patroli di lokasi,” kata juru Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan BBTNBTS, Sarif Hidayat melalui aplikasi perpesanan.

Total sekitar 75 personil petugas yang dibantu para relawan. Termasuk dibantu aparat Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Polisi Pamong Praja setempat. Jika ada wisatwan yang mencoba masuk ke kawasan, katanya, petugas melakukan pendekatan secara persuasif di pintu masuk.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini