Pentas Perdana Dalang Alit Dzulfikar

pentas-perdana-dalang-alit-dzulfikar
Dalang alit, Dzulfikar pentas perdana di area punden Mbah Kabul, Wendi. (Foto : Restu Respati).

Terakota.id— Dzulfikar dalang alit berusia 8 tahun. Putra pasangan Ali Nur Saikhu dan Siti Isyaroh. Warga Pakis Kabupaten Malang. Keinginan Dzulfikar pertama kali pentas di Wendit sebagai ‘tlatah’ kelahirannya.

Keinginan Dzulfikar ‘gayung-bersambut’ dengan keinginan pakdhe dan budhenya Sholeh dan Rupiatin. Keduanya selama ini menjadi juru pelihara Punden Mbah Kabul dan Sendang Widodaren di area Taman Wisata Wendit. Maka digelarlah pertunjukan wayang kulit bertempat di samping Punden Mbah Kabul, Rabu Legi, 2 September 2020.

Ia mementaskan wayang kulit berjudul Pandu Suwargo. Dzulfikar selama ini belajar dan berlatih menjadi dalang di Padepokan Seni Mangun Dharma, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Dibawah asuhan Ki Soleh Adi Pramono.

Sebelum acara berlangsung, sang dalang alit terlebih dahulu melakukan sebuah ritual di Sendang Widodaren. Berupa ‘mandi’ sebagai simbolisasi membersihkan diri dan dilanjutkan dengan meminta restu kepada guru dan kedua orang tua.

pentas-perdana-dalang-alit-dzulfikar
Prosesi dalang alit Dzulfikar saatt mandi untuk memberishkan diri di Sendang Widodaren, Wendit. (Foto : Restu Respati).

Kemudian dilanjutkan memanjat doa kepada Tuhan dan tumpengan di Punden Mbah Kabul. Sebagai ungkapan rasa syukur dan agar acara pementasan wayang dapat berjalan lancar.

Ki Soleh Adi Pramono merupakan dalang sepuh Malang. Menurut penuturannya kepada penulis di lokasi saat acara berlangsung, saat ini sedang aktif melakukan regenerasi dalang-dalang muda. “Regenerasi dalang wayang kulit maupun dalang Topeng Malang,” katanya.

Khusus untuk dalang Topeng Malang, Ki Soleh menuturkan bahwa di Malang tinggal hitungan jari. Sehingga sangat mendesak untuk dilakukan regenerasi agar lahir dalang-dalang Topeng Malang berikutnya. Agar kesenian Wayang Topeng Malang tidak punah.

Aaat ini Ki Soleh sedang menyiapkan program untuk kelestarian Wayang Topeng Malang. Sebagai upaya Ki Soleh akan mengirimkan rencana program tersebut ke kementerian dan dinas terkait. Semoga pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah ada kepedulian untuk kelestarian budaya asli Malang.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini