Peninggalan Sejarah Ottoman-Turki di Kota Eger Hungaria

Oleh : Maharani*

Terakota.id–Jejak Kerajaan Turki Ustmaniyah tak hanya dijumpai di Kota Pecs, tapi juga ditemukan di Kota Eger. Saat Sultan Sulaiman sebagai Raja Ottoman ke 10 yang berkuasa pada 1520 sampai 1566, menguasai setengah wilayah Hungaria.

Total jumlah penduduk Kota Eger merupakan terbesar keenam, selain itu merupakan kota terbesar kedua dibagian utara.  Luas Eger sekitar 92,2 kilometer persegi. Jarak Kota Eger dari Ibukota Budapest sekitar 110 kilometer. Saya menemukan beberapa peninggalan masa pendudukan Ottoman selama 91 tahun.

Minaret Eger

Selama pendudukan Ottoman di kota Eger, hanya tiga peninggalan sejarah yang selamat dan masih ada sampai sekarang. Setelah berakhirnya pendudukan tentara Turki  pada 1687 setelah dikalahkan oleh  Austrian Imperial Army.

Pendudukan  Ottoman di Eger selama 91 tahun disibukkan  dengan pembangunan minaret-minaret, tempat pemandian dan mengubah gereja menjadi masjid.  Minaret yang tersisa menjadi penanda kehadiran Kerajaan Ottoman (Utsmaniyah).

Minaret  dibangun  pada abad 17 dengan ketinggian menaranya 40 meter. Terbuat dari bahan batu pasir merah (red sandstone) memiliki 97 tangga balkon.  Dari atas melalui tangga sempit yang melingkar dapat melihat pemandangan indah pusat kota Eger.

Dulu sekitar Minaret pernah terdapat bangunan tempat ibadah yang setelah pendudukan dimusnahkan oleh pihak penguasa Eger (1841). Sedangkan minaret tetap dipertahankan sampai sekarang dari sekitar 17 minaret yang pernah ada di Eger. Kini hanya tiga minaret yang masih tersisa di Hongaria, meliputi kota Pecs, Erd dan Eger.

Minaret didesain dengan dinding 14 sudut menggunakan bahan red sandstone yang kekuatannya telah diuji. Dibuktikan ketika penduduk kota Eger pada abad ke 19 pernah mencoba merubuhkan Minaret untuk dibangun rumah sakit (Mary Hospital). Namun tidak berhasil.

Minaret sekarang merupakan simbol kerukunan dan hubungan baik antara Hongaria-Turki. Di puncak Minaret bahkan terpancang simbol bulan bintang bersebelahan dengan salib.  Pada bulan bulan musim panas  bahkan dapat terdengar azan (muezzin) sebagai penunjuk waktu beribadah bagi umat Islam. Saat ini Minaret sedang direnovasi.

Pemandangan dari benteng kearah minaret dan centrum

Pemandian Turki ”Ibunya Sultan” (Valide Szultana Hamam)

Pemandian Arnaut Pasha, abad ke-17 merupakan satu satunya pemandian air panas yang masih beroperasi sampai saat ini yang terletak di Dózsa György tér 1.  Di sana dapat kita temukan bekas runtuhan steambath (hammam) yang disebut  ”the bath of Valide Sultana” (the sultan’s mother) yang sampai abad ke 17 masih beroperasi. Penulis sejarah Turkish Evlia Cselebi, (Turkish globetrotter) 1664 menyebutkan terdapat dua model pemandian Turki pada jaman itu. Yang besar adalah ”hamman” atau steambath dan satunya yang kecil adalah ilidza.

Pemandian Arnaut Pasha- Eger. (Foto : Maharani).

Egri Var/  Benteng Eger  ”A shadow of its mighty past”                                             Pada hari yang sama saya mengunjungi Benteng kebanggan kota Eger (Egri Var) seluas 52 hektare. Bangunan ini merupakan bayang-bayang kejayaan masa lalu. Ketika di benteng tersebut jumlah tentara Turki yang lebih besar jumlahnya berhasil ditahan oleh pasukan dipimpin oleh  Istvan Dobo (1552).

Meskipun berhasil mempertahankan benteng, namun kenyataannya benteng ini runtuh saat pengepungan tentara Turki dan menyerah. Rekonstruksi benteng dilakukan pada tahun 1553 hingga 1596.

Para pencinta sejarah Egri Var wajib melawat ke sini.  Peristiwa tersebut menginspirasi beberapa seniman sastra melalui karya tulisan berbentuk novel Géza Gardonyi  yaitu ‘Egri Csillágok’, yang artinya The Eclipse of the Crescent Moon  atau  ‘Eger Stars ‘ yang diterjemahkan ke banyak bahasa dan  penyair (komponis)  Sebastyen Tinodi Lantos (1510-1556).

Pemandangan dalam Benteng dan tampak dari atas

Pengunjung membayar tiket masuk sebesar Ft 1.400 atau 5 EUR. Penulis mulai mengeksplore benteng Egri Var yang memiliki tembok setebal tiga meter. Serta sempat mengelilingi serta memasuki tempat-tempat pameran seperti : Museum sejarah Eger, Art Gallery Eger, the Casemate, the Baptistery, Gereja abad pertengahan (mediaval Cathedral), the Dungeon dan Heroes Hall.

Ruang pameran dan galeri di dalam museum

Sejumlah ruang terdapat ruang pameran dari private berbayar seperti Wax Museum, The Mint dan Ispotaly Cellar.  Dari benteng dapat menikmati pemandangan pusat kota Eger dan persis di bawah benteng terlihat Minaret.  Saat berkunjung, cuaca dingin dan hujan rintik-rintik. Pengunjung disuguhi atraksi penggunaan senjata laras panjang yang dilakukan tiga orang berseragam tentara tradisional Hungaria.

Prajurit berpakaian tentara tradisional Hungaria beratraksi memainkan senjata laras panjang. (Foto : Maharani).

Hampir semua ruangan dijelajahi selama 3 jam. Akhirnya saya beristirahat menikmati kopi Turki yang disajikan unik dengan rasa mirip kopi jahe di cafe kompleks Egri Var sambil menikmati suasana di dalam benteng tersebut.

Egri Var berperan sebagai pusat daya tarik wisata kota Eger juga berfungsi sebagai museum disamping minuman wine yang sangat terkenal. Anggur putih dan anggur merah. Bukit Nagy Eged adalah penghasil anggur berkualitas, grand superior dengan Egri Bikaver (darah banteng dari Eger) sebutan untuk anggur merah terbaik dan Egri Leanyka untuk anggur putihnya. Minuman ini perlu dicoba ya.

Maharani, Juni 2018

*Pelukis dan traveler

Surel : dwirachmatikamaharani@gmail.com
FB : Maharani Art
IG : Pavilionsix

Pembaca Terakota.id bisa mengirim tulisan reportase, artikel, foto atau video tentang seni, budaya, sejarah dan perjalanan ke email : redaksi@terakota.id. Tulisan yang menarik akan diterbitkan di kanal terasiana.

 

 

 

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan