Pawai Musisi Reggae, Awali Konser Jatim Reggae Star Festival 2017

Terakota.id– Pawai artis dan musisi reggae membuka Jatim Reggae Star Festival 2017, Jumat 15 Desember 2017. Kirab dimulai pukul 13.00 sampai pukul 14.30 dari Balaikota Malang. Rute perjalanan kirab para musisi reggae meliputi – Rajabali – Kayutangan – Alun Alun – Kauman – Kawi – Ijen – Universitas Negeri Malang – Universitas Brawijaya – Soekarno-Hatta – Borobudur – Letjen Sutoyo – Rajabali – Kodim – Stasiun Kota Baru (Foto bersama) berakhir kembali di Balaikota Malang.

Pawai diiringi klub otomotif meliputi klub VW Combi, dan Vespa. Para musisi yang mengikuti pawai antara lain Tony Q Rastafara, Cozy Republic, Denny Frust, Madanies Saichu, Tropical Forest, Fredi Kayaman, Deky Newrastaman, K2 Reggae, Cah Reggae, Den Basito, Geranium, Glorious Friends, Topan And Rainbowskakin, RGBSKA Malang Dub Foundation, Mamasay Reggae, Kubam, dan Samarasta.

Sedangkan Jatim Reggae Star Festival 2017 diselenggarakan pada 16 Desember 2017 di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu. Jatim Reggae Star Festival 2017 merupakan rangkaian festival musik yang sudah diselenggarakan tiga kali di Bali. Reggae Star Festival merupakan festival musik yang memiliki visi sosial, tak hanya fokus pada hiburan music.

“Reggae Star Festival juga sangat peduli bagaimana mengubah pandangan fans reggae terhadap kelestarian lingkungan,” kata penyelenggara Festival, Agung Ngurah. Salah satu kontribusi gerakan pelestarian lingkungan di Jawa Timur diselenggarakan dengan membersihkan sampah di sungai Brantas. Aksi kampanye dan gerakan membersihkan sungai dilakukan bersama jajaran polisi, elemen masyarakat dan tim Jatim Reggae Star Festival.

Dia berharap mampu membangun kesadaran bersama untuk menyikapi isu lingkungan. Sebagai tempat tinggal yang harus selalu harus dijaga kebersihannya.  Jatim Reggae Star Festival ini diikuti 18 artis dalam negeri, 15 tenant dan didukung komunitas pecinta dan pemerhati musik reggae.

Target penonton, konser ini dilihat sekitar 10 ribu pasang mata. Festival reggae terbesar di Indonesia ini diharapkan menjadi barometer untuk penyelenggaraan reggae di Indonesia.

 

Tinggalkan Pesan