Pandemi Corona, Ada Pertunjukan Teater Digital di Rumah

Terakota.id–Kamateatra Art Project memproduksi pertunjukan teater digital. Berjudul Pandemi Paranoid 19 disutradarai, Anwari. Bekerjasama dengan Komunitas Teater Kaki Langit, Surabaya. “Gagasan pertunjukan teater digital berawal dari keresahan Anwari di tengah pembatasan jarak sosial (social distancing),” kata Produser Kamateatra, Elyda K. Rara, Selasa 14 April 2020.

Selama pandemi Covid-19, semua beraktivitas dari rumah. Belajar, bekerja dan ibadah di rumah. Fenomena pandemi corona ini membuat sejumlah produksi pertunjukan yang disutradari Anwari ditangguhkan.

Pandemi Corona juga berdampak luas, memukul perekonomian. Selain itu, juga menimbulkan kepanikan dan kecurigaan yang berlebihan antar sesama manusia. Ada orang sakit, pingsan di tepi jalan dibiarkan. Tak ada yang bersedia menolong.

Ada pula yang mulai “takut” dengan orang batuk di tempat umum. Merespons dengan ekspresi terganggu. Serta pemandangan menyayat hati, jenazah yang terinfeksi Covid-19 ditolak dimakamkan di beberapa pemakaman umum.

“Terasa janggal, sebab terjadi di Indonesia yang notabene warganya lekat dengan budaya tolong-menolong dan gotong royong,” kata Anwari.

Untuk itu, Anwari mendekatkan diri di zona publik. Ia menempuh perjalanan bolak-balik antara Sumenep-Surabaya-Malang dengan perlindungan diri yang cukup untuk merasakan fenomena pandemi sosial yang baru ini.

Sepanjang perjalanan, ia menemukan pengalaman penyemprotan disinfektan di terminal, pasar mulai sepi, masyarakat tak lagi ramai bersosialisasi, hingga beredar kabar bohong (hoaks) yang menambah kepanikan masyarakat.

Sehingga melahirkan mitos, salah satunya mengonsumsi telur sebelum jam 3 pagi. Mitos ini dipercayai masyarakat di Sumenep mampu menangkal corona.

Anwari mengamati, merasakan, dan mencatat dampak baru dari wabah virus Covid-19 ini yaitu pandemi paranoid sosial. Terjadi kepanikan berlebih disertai rasa curiga antarsesama di lingkungan sosial. Ini menjadi bahan pertunjukan teater digital. Sekaligus merespons fenomena hilangnya pertunjukan teater yang bisa disaksikan penonton secara.

Pertunjukan teater digital Pandemi Covid-19 ini diaktori Muhammad Alief Sahrul Ashar, Ma’rifatul Latifah, dan Agra Hadi Abdurrachman. Videografer dan editor Nayoko Bagus Priyanggono, produser Elyda K. Rara.

Teater digital diluncurkan di Youtube Kamateatra Art Project pada 21 April 2020 jam 20.00 WIB. Kamateatra Art Project membuka kesempatan kepada para guru Seni Budaya, guru Bahasa Indonesia, hingga pembina teater di seluruh Indonesia untuk menjadikan ini sebagai video pembelajaran daring.
Segala bentuk ulasan dapat dikirim melalui surat elektronik kamateatraartproject@gmail.com.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini