Pahlawan Lingkungan dari Pelosok Negeri

Samsudin peraih Citra Kehati 2020 asal Indramayu, Jawa Barat. Ia bersepeda berkeliling 14 Provinsi mendongeng mengenai satwa langka kepada anak-anak. Menggunakan wayang kardus. (Foto : koleksi pribadi).

Terakota.id Enam individu dan lembaga pahlawan lingkungan terpilih peraih KEHATI Award 2020. Mereka meraih enam kategori berbeda.  Rubama M dari Kota Banda Aceh meraih Prakarsa Kehati, Jarot Winarno dari Kabupaten Sintang meraih Pamong Kehati, PT Karya Dua Anyam dari DKI Jakarta sebagai penerima Inovasi KEHATI, Pande Ketut Diah Kencana dari Kota Denpasar menerima Cipta Kehati, Samsudin dari Kabupaten Indramayu menerima Citra Kehati, dan Margaretha Mala dari Kabupaten Kapuas Hulu menerima penghargaan Tunas Kehati.

KEHATI Award yang dipersembahkan Yayasan KEHATI memasuki tahun ke sembilan mengusung tema “Promoting Biodiversity Heroes,”. Pahlawan keanekaragaman hayati dan lingkungan ini menyisihkan 153 pegiat lingkungan di seluruh Nusantara. Kehadiran mereka seolah oase di antara tantangan dan problematika lingkungan yang dihadapi Indonesia.

“Kami berharap KEHATI Award dapat menumbuhkan dan mendorong semua lebih peduli, mencintai, dan mengambil peran dalam pelestarian keanekaragaman hayati,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos dalam siaran pers yang diterima Terakota.

Kategori Prakarsa Kehati diraih Rubama M. seorang perempuan Aceh yang mengorganisir dan mendampingi kelompok perempuan di Kampung Damaran. Mereka melakukan konservasi di kawasan ekosistem Leuser, yang rusak parah akibat pembalakan liar dan pembukaan lahan 2015. Kampung Damaran Baru mendapat izin pengelolaan kawasan hutan melalui skema hutan desa.

Menebar 13 ribu bibit pohon siap tanam sebagai pengayaan restorasi kawasan, muncul usaha alternatif seperti budidaya lebah madu dan perikanan air tawar kombinasi, dan budidaya selada air sebagai kawasan ekowisata. Masyarakat juga melakukan patroli hutan empat kali sehari,

Sedangkan Kategori Pamong Kehati diraih Bupati Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat periode 2015-2020 H. Jarot Winarno. Lantaran denga n Program Rencana Aksi Daerah Sintang sumber daya hutan tetap terjaga. Termasuk membuat paduan reorientasi arah dan semangat pembangunan Kabupaten Sintang dengan pembangunan berkelanjutan.

Menerbitkan Peraturan Bupati tentang tata cara pembukaan lahan, dan pengelolaan sawit lestari melalui Rencana Induk Perkebunan. Capaian program ini, berhasil menjaga sumber daya alam tetap berkelanjutan khususnya dalam menjaga tutupan hutan seluas 865 ribu hektare. Melahirkan kepemimpinan hijau atau green leadership di tingkat komunitas masyarakat dan birokrasi pemerintah.

Kategori Inovasi Kehati diraih PT. Karya Dua Anyam, yang memberdayakan perempuan melalui anyaman dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati lokal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui program Du Anyam memasarkan hasil olahan anyaman berbahan baku kulit kayu pohon waru dan pohon lontar. Tujuannya untuk meningkatkan ekonomi perempuan untuk mendapatkan hidup layak, terutama bidang kesehatan.

Du Anyam melatih untuk meningkatkan kualitas, desain, nilai tambah, hingga akses pasar. Sekitar 3 ribu produk terserap pasar per bulan. Du Anyam menggunakan bahan anyaman berbasis serat alami yang menjadi ciri khas NTT. Menerapkan sistem panen lestari, hanya dilakukan pada periode tertentu guna memastikan pohon dapat tumbuh secara terus menerus.

Kategori Cipta Kehati diraih Pande Ketut Diah Kencana dari Bali. Ia melakukan konservasi bambu lokal Bali hingga memiliki nilai ekonomi.  Dimulai dari pembibitan, budidaya, teknik tebang pilih, pengolahan rebung serta pendampingan ekonomi berkelanjutan. Populasi bambu jenis tabah terus berkurang, khususnya di daerah asalnya. Membuat Pande risau, sebagai akademikus dan peneliti mencanangkan program untuk konservasi, dan ekonomi.

Budidaya bambu tabah dilakukan secara intensif sejak 17 tahun setelah dikaji sejak 2003. Pembinaan dilakukan di hulu (on-farm) meliputi pembibitan, penanaman dan budidaya. Hingga panen rebung dan buluh bambu. Sedangkan kegiatan di hilir (off-farm) dengan mengelola koperasi yang anggota para petani dan istri petani pembudidaya bambu tabah.

Lokasi budidaya dipusatkan di Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan terdiri atas 14 desa, dengan melibatkan 800 petani. Rata-rata petani memiliki 10-50 rumpun, dengan luasan tertanam sekitar 80 hektare. Lokasi kedua di Kabupaten Gianyar yang dikembangkan tersebar di Kecamatan Tegalalang, Payangan, Tampaksiring dan Desa Suwat Gianyar. Juga dijadikan laboratorium alam pengembangan ilmu pengetahuan tentang bambu tabah dari hulu sampai hilir.

Peraih Cipta Kehati, Pande Ketut Diah Kencana. Melakukan konservasi bambu tabah khas Bali. Memberdayakan 800 petani dengan lahan seluas 80 hektare. (Foto : koleksi pribadi).

Kategori Citra Kehati diraih Samsudin dari Indramayu, Jawa Barat. Ia bersepeda berkeliling mendongeng mengenai satwa langka kepada anak-anak. Menggunakan wayang kardus, mengunjungi 13 provinsi. Samsudin meninggalkan pekerjaan sebagai guru SD Inpres agar dapat mengedukasi anak-anak di pelosok negeri.

Cita- citanya sangat kuat untuk mengenalkan kekayaan alam Indonesia kepada generasi muda. Kegigihan Samsudin dimulai sejak 2016. Memberi keceriaan dan edukasi lingkungan kepada anak-anak.

Kategori Tunas Kehati diberikan Margaretha Mala, pengrajin muda tenun Dayak, Kalimantan Barat. Ia mengusung Dara Labu Anya Ngemata Ka Pengawa Ari Aki-Inek Kitai Bansa Iban Ngan Ngenanka Menua (Srikandi Pelestari Tradisi dan Konservasi) melalui kegiatan “Nenun”.

Margaretha Mala memadukan seni dan lingkungan melalui inovasi Dara Labu Anya Ngemata Ka Pengawa Ari Aki-Inek Kitai Bansa Iban Ngan Ngenanka Menua (Srikandi Pelestari Tradisi dan Konservasi). Menitikberatkan pada pada aspek tradisi, sehingga Mala mampu melestarikan adat istiadat sekaligus memberdayakan perekonomian kaum perempuan.

Kegiatan berlokasi di kebun etnobotani di Dusun Sadap, Desa Menua Sadap seluas 3 hektare. Lebih dari 160 tanaman yang tumbuh, salah satu jenis tanamannya adalah pewarna alami, seperti engkerebai, leban, durian, bungkang/daun salam, kabu – kabu/randu, ulin, rambutan, dan pepaya. Juga ada demplot tanaman pewarna di Dusun Sadap Desa Menua Sadap dengan luas sekitar satu hektare.

Pembina Yayasan KEHATI Profesor Emil Salim menilai kiprah para pahlawan lingkungan sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. “Peningkatan sektor ekonomi harus tetap sejalan dengan program pelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini