NH Dini Menginspirasi Para Penulis dan Sastrawan

Terakota.id–Sastrawan Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin, atau yang dikenal sebagai Nh. Dini meninggal karena kecelakaan di Semarang, Selasa 4 Desember 2018 NH Dini meninggal dalam usia 82 tahun. Sejumlah penulis dan sastrawan mengaku kehilangan. Mereka menulis di lini masa media sosial.

Seperti budayawan Goenawan Mohamad di akun twitter@gm-gm menulis perasaan berduka cita. “Wafat, Nh.Dini. Kabar yg saya terima karena kecelakaan mobil. Novelis kelahiran 1936 ini sastrawan terkemuka dari generasi yg muncul pertama kali di majalah Kisah. Karyanya: Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko. Semoga ia beristirahat dalam damai.”

Goenawan yang akrab disapa GM ini juga menulis kutipan Nh. Dini. “Aku diajar berpuasa bukan karena keinginan masuk surga. Kakek mengajarkanku buat menahan keinginan, untuk mengetahui sampai di mana aku dapat mengatur kekuatan-Nh.Dini.”

Pakar sastra Universitas Negeri Malang, yang juga tim pendidikan karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Saryono mengagumi Nh. Dini. Nh. Dini adalah seorang autoetnografer ulung yang menyatukan kemampuan seniman dan ilmuwan ke dalam dirinya. Ia seorang yang mampu mengingat, mencatat, dan memikirkan pengalaman dirinya sekaligus menarasikan atau menceritakannya secara memikat dalam fiksi karyanya. “Saya bukan hanya penulis, tapi juga pengingat dan pemikir!”, katanya dalam kitab Proses Kreatif yang disunting Pamusuk Eneste. Karya-karya Nh. Dini memang tegas memantulkan apa yang dikatakan tersebut: karya-karyanya adalah teks autoetnografis, yang berisi cerita ingatan, catatan, dan pikiran Nh. Dini tentang dirinya dan pergumulan dengan dunianya.

Tak heran, karya-karya Nh. Dini pada dasarnya adalah rangkaian cerita kenangan yang berkesinambungan. Hari ini sang autoetnografer ulung tersebut meninggalkan bumi fana, terbebas dari silang sengkarut semesta: dengan hati yang damai, dia berangkat dengan sebuah kapal menuju hadirat Tuhan di arasinya. Baginya, langit dan bumi telah menyatu dalam jiwa sehingga “Langit dan Bumi Sahabat Kami”. Selamat jalan Bu Nh. Dini, karya-karyamu niscaya melampaui perkiraan orang ramai: karya-karyamu adalah rajutan doa yang mengantarkanmu ke tempat paling permai.”

Penerbit Gramedia Pustakan juga menulis turut berbelasungkawa. Di akun @bukugpu, manajemen Gramedia menyampaikan duka cita dan kehilangan. “Sore ini kita berduka, sastrawan Indonesia Ibu Nh. Dini telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta. Segenap redaksi Gramedia Pustaka Utama mengucapkan turut berduka cita yg sedalam-dalamnya. Semoga Ibu Nh. Dini mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.”

Baca juga :  Konferensi Jurnalisme di Era Revolusi Industri Keempat di Festival Media AJI

Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Agus Sunyoto mengaku meninggalkan profesi sebagai jurnalis karena tantangan Nh. Dini. Lantas Agus memilih menjadi penulis dan mendedikasikan hidup untuk buku dan tulisan sejarah. Atlas Walisongo merupakan salah satu buku yang ditulis Agus Sunyoto.

“NH Dini yang mempengaruhi saya menjadi penulis,” katanya kepada Terakota.id

Novel karya Nh, Dini. (Foto : Dhany Valiandra).

Sementara penulis Okky Madasari juga mengenang, kerap membincangkan karya sastra Nh. Dini bersama mendiang ibu mertuanya Mama Nginga. Okky merasakan kehilangan saat Mama mertuanya meninggal 11 Oktober 2016 lalu.

“Saya juga akan selalu mengingat obrolan kami tentang karya sastra yang dibacanya, mulai Hamka, Sutan Takdir Alisjahbana, Nh. Dini hingga Ahmad Tohari.”

Sementara istri komikus Teguh Santosa, Sutjiati juga melahap semua novel yang ditulis Nh. Dini. “Bu Teguh yo.. pembaca novel Nh. Dini.  jaman cilik biyen wes apal judul Pada Sebuah kapal,” tulis putra kedua Teguh Santosa, Dhany Valiandra.

Nh Dini menikah dengan Yves Coffin pada 1960. Coffin ketika itu menjadi konsul Perancis di Kobe, Jepang. Pernikahan mereka dikaruniai dua anak, Marie-Claire Lintang, kini menetap di Kanada. Serta Pierre Louis Padang yang dikenal Pierre Coffin, yang menetap di Perancis.

Pierre Coffin dikenal luas sebagai sutradara film “Despicable Me.” Beberapa karakter minions kerap melontarkan kata atau kalimat dalam bahasa Indonesia seperti “terima kasih” atau “lapar.”

Jenasah Nh Dini akan dikremasi, Rabu 5 Desember 2018 pukul 12.00 WIB. Kremasi dilangsungkan di pemakaman Kedungmundu Semarang.

 

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini