Nasib Kawasan Cagar Budaya Ijen dan Kayutangan Heritage

Terakota.id-Setelah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), rumah bergaya indies di jalan Ijen nomor 45 Kota Malang melenggang menuju kehancuran. Seluruh bangunan rata dengan. Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang diam tanpa tanggapan meskipun kejadian ini diberitakan di media masa.

Tidak seperti kasus sebelumnya yang menimpa Toko Avia, meskipun tidak ada pembongkaran dan ‘hanya’ ditempeli reklame tetapi beberapa anggota TACB Kota Malang meradang. Menabuh genderang perang.

Kejadian serupa dengan rumah Jalan Ijen Nomor 45 terus berulang. Sebelumnya kejadian serupa terjadi di jalan Ijen nomor 4 dan Ijen nomor 6. Seluruh struktur bangunan dibongkar total. Bangunan lama bersalin menjadi bangunan baru. Hal ini terus berulangkali terjadi.

Rekomendasi sebagai tugas pokok dari TACB sepertinya tidak bertaring. Bak macan ompong. Bangunan cagar budaya ini satu demi satu musnah. Tak berbekas.

Pemerintah Kota Malang terlihat kurang serius dalam upaya untuk melestarikan cagar budaya. Padahal di dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya menerangkan bahwa Negara bertanggung jawab dalam pengaturan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya.

Dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Cagar Budaya menerangkan bahwa Pemerintah Daerah mempunyai tugas untuk melakukan Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya.

Berkaca dari berbagai kasus yang terjadi di jalan Ijen (Idjen Boulevard) yang merupakan ‘Kawasan Heritage’, maka saya beralasan meragukan rencana Pemerintah Kota Malang menjadikan jalan Kayutangan sebagai ‘Kawasan Heritage’ dapat berjalan dengan baik. Jika menengok dari sejarah Kota Malang, Kawasan Idjen Boulevard dibangun dan diperuntukkan sebagai perumahan elite beserta sarana penunjangnya.

Tetapi perkembangannya sekarang justru rumahnya banyak yang berubah menjadi modern dengan meninggalkan bangunan aslinya. Sedangkan Kawasan Kajoetangan dibangun sebagai kawasan sentra bisnis pada masanya. Tetapi upaya untuk menjadikannya sebagai ‘Kawasan Heritage’ sama sekali tidak menyentuh pada bangunan rumah toko yang ada di kawasan tersebut.

Upaya yang dikerjakan hanya pavingisasi (yang sempat bermasalah). Direncanakan akan dikerjakan di beberapa titik jalan dan pelebaran trotoar.

 

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini