Musik Rock, Kesadaran dan Strategi Politik Kebudayaan

Iwan Fals bersama Edi Daromi, Toto Tewel dan band pengiring saat latihan. (Foto : dokumen Edi Daromi).
Iklan terakota

Terakota.IDMendengarkan lagu memang terasa enak, setidaknya perasaan kita lah yang bisa terbawa dan tidak jarang kita terhanyut oleh lagu itu. Yang disampaikan dalam lagu jelas musik dan lirik, terkadang kita terhanyut alunan nada musiknya, terkadang kita terhanyut lirik-liriknya.

Ambil contoh musik instrumen karya Kitaro berjudul caravansary yang membawa kita pada ruang dan dimensi tertentu (sesuai dgn apa yang sedang kita bayangkan ketika kita fokus dengarkan musik tersebut). Bisa jadi kita seolah hidup di suatu alam bebas yang hijau dan indah tanpa ada rasa lapar dan keruwetan hidup yang lainnya, yah bisa di bilang surga banget lah.

Kita bebas menafsirkan musik itu dalam perasaan jiwa kita. Nah ketika musik itu diisi lirik dan diberi judul Caravan yang dibawakan Rico J Puno, ilustrasi yang ada dalam angan dan jiwa kita menjadi sedikit terbatas dan diarahkan ke suatu ruang tertentu sesuai dengan lirik tersebut.

Seperti kata Maulana Hasrat Inayat Khan seorang Tokoh Sufi dari Punjab yang hidup pada abad 18-19 dalam bukunya yang berjudul “Dimensi Mistik Musik dan Bunyi”, “Musik, alunan nadanya akan mempengaruhi jiwa kita dan lirik akan mempengaruhi akal pikiran kita”.

Bahwa lagu yang kita pilih untuk kita dengar jelas akan mempengaruhi jiwa dan pikiran kita. Bisa jadi karena hal itu, lagu-lagu karya Iwan Fals dicekal Pemerintahan di masa  Orba, karena khawatir lirik dan musik menjadi kristalisasi pemahaman dan semangat dalam ingatan masyarakat. Lalu bergerak menuntut sebuah aksi untuk perubahan.

Group-group musik Rock di Indonesia umumnya berlirik cukup kritis. Sebut saja God Bless, Swami, Grass Rock , Elpamas, Dewa, Slank, Marjinal dll. Lirik-lirik yang ditulis bercerita dengan vulgar tentang perilaku politisi, suatu momen politik juga tentang sebuah kebijakan pemerintah.  Banyak juga lirik mereka yang mengkritisi perilaku minor masyarakat. Banyak juga yang mereka tuliskan liriknya dengan sindirian yang sangat keras dan kuat. Serta dibawakan dengan rasa kesal dan emosi para vokalisnya.

Kenapa musik rock saat ini seolah-olah mati ? Karena telah khilangan ruh-nya, yaitu Lirik yang peduli pada fakta Kehidupan sosial. Musik Rock saat ini benar-benar dikendalikan pasar. Pasar telah sukses mengarahkan musik dengan lirik cinta mendayu dan patah hati untuk menguasai alam bawah sadar masyarakat. Agar tidak ada lagi pikiran kritis dan kesadaran serta bangunan empati masyarakat terhadap realitas sosial dan politik mereka.

Sehingga perjalanan politik kekuasaan sehancur apapun yang terjadi tidak tersadari dengan baik oleh masyarakat. Karena musik yang juga sebagai penghibur dalam menjalani kepenatan hidup akibat kesalahan kebijakan politik, tak lagi mengingatkan dan mempengaruhi alam bawah sadar masyarakat tentang kebobrokan sosial politik yang sedang terjadi ditengah mereka.

Nashir Ngeblues