Motif Eksotis di atas Kain Ecoprint

Puluhan anggota PKK dari berbagai kawasan di Junrejo, Bumiaji, Sulfat dan Dresel Kota Batu mengikuti workshop ecoprint yang diselenggarakan Ilmu Komunikasi UMM. (Foto: UMM).
Iklan terakota

Terakota.IDPuluhan ibu PKK dari berbagai kawasan di Junrejo, Bumiaji, Sulfat dan Dresel Kota Batu mengikuti workshop ecoprint. Workshop bertema Tabur Ruah De Kleine diselenggarakan tim mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Soul Creative dan cafe dan penginapan De Kleine pada 1 Juni 2024.

Workshop bekerjasama dengan industri rumahan ecoprint, Griya Madukara. Ecoprint dengan teknik pounding, sebuah teknik membuat ecoprint atau mewarnai motif kain. Caranya aneka jenis daun dan bunga ditata di atas permukaan selembar kain putih. Lantas, daun dan bunga dipukul palu kayu, sehingga menghasilkan warna alami di selembar kain.

Pemilik Griya Madukara, Meillina menjelaskan ecoprint menjadi salah satu teknik mewarnai kain dengan motif tertentu. Motif tergantung dari kreativitas dan imajinasi individu. “Hasil kriya ecoprint silakan dibawa pulang,” kata Meillina dalam siaran pers yang diterima Terakota.

Ia memulai teknik ecoprint sejak enam tahun lalu. Motif yang dihasilkan dari warna daun dan bunga, katanya, sesuai dengan warna alam yang asli. Pewarna alami, katanya, selain eksotik juga ramah lingkungan. Meillina juga mengaplikasikan pewarna alami di atas media kulit dan kertas untuk tas dan sepatu.

Metode ecoprint, katanya, mudah dikerjakan. Kain ecoprint yang dihasilkan diburu peminat seni. Dipasarkan melalui berbagai media sosial dan menembus pasar nasional. Harga kain mulai Rp 350 ribu sampai Rp 1 juta, tergantung jenis kain dan ukuran. Sedangkan tas mulai Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta.

Puluhan anggota PKK dari berbagai kawasan di Junrejo, Bumiaji, Sulfat dan Dresel Kota Batu mengikuti workshop ecoprint yang diselenggarakan Ilmu Komunikasi UMM. (Foto: UMM).

Selain teknik ponding, juga ada teknik basic yakni mengukus tanpa pewarnaan dasar. Sehingga muncul warna tanin daun. Sedangkan teknik botanical dengan cara pengukus dengan memakai dasar pewarnaan alam dan daun-daun.

Usai workshop, dipilih tiga peserta terbaik. Karya terbaik, mendapat hadiah menarik. Sejumlah peserta mengaku pertama kali mengikuti workshop ecoprint. “Senang, mendapat beragam fasilitas,” kata salah seorang peserta Ulfatun Nikmah dari Junrejo.

Tabur Ruah De Kleine diharapkan memicu ibu-ibu PKK untuk berkreasi menghasilkan karya terbaik dalam motif kain. Serta terbuka peluang usaha yang menguntungkan dan membuka kesempatan bekerja.