Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami di Malang

https;//terakota.id-mitigasi-bencana-gempa-dan-tsunami-di-malang

Terakota.id–Hampir setiap hari selalu terjadi gempa. Dalam riwayatnya, Malang selatan pernah diguncang gempa cukup besar dan bahkan pernah pula sampai terjadi tsunami. Gempa besar pernah terjadi di Malang Selatan pada 1967. Mengakibatkan 1.656 bangunan rusak, 23 korban meninggal, dan 121 luka-luka. Sementara gempa disertai tsunami di Rajekwesi, Banyuwangi pada 3 Juni 1994, mengakibatkan 300 orang meninggal.

Kerak samudera Indo-Australia dan lempeng benua Eurasia terbentuk sekitar 20 juta tahun sehingga mudah patah, berdampaknya terjadi gempa kecil. Sering terjadi gempa bagus, karena energi terlepas sehingga potensi gempa besar berkurang. Jika lama tak terjadi gempa, energi menumpuk dan berbahaya, serta bisa menimbulkan gempa besar. Gempa juga menimbulkan tsunami.

Indonesia termasuk salah satu negara yang rentan mengalami berbagai bencana alam, salah satunya adalah gempa bumi. Di Jawa Timur bagian selatan, termasuk pesisir selatan Malang banyak titik mega trust yaitu pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia yang bertumbukan. Terjadi patahan kedua lempeng mengakibatkan gempa dan tsunami.

AJI Malang bekerja sama dengan AJI Indonesia menyelenggarakan Webinar rangkaian “Literasi Kebencanaan di Indonesia untuk Menangkal Mis-Disinformasi” AJI – Google News Initiative. Menghadirkan akademikus dan praktisi. Webinar digelar pada Selasa, 30 Maret 2021 Pukul 14.00-16.00 WIB / 15.00-17.00 WITA / 16.00-18.00 WIT.

Link Pendaftaran : http://bit.ly/WebinarAJIMalang

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini