Misteri Batu Bata Berukir di Situs Langlang

Struktur bangunan candi berbahan batu bata kuno ditemukan BPCB Jawa Timur saat pra ekskavasi di Situs Langlang Singosari. (Foto : Restu Respati).

Terakota.idTim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur mulai melakukan pra ekskavasi di Situs Langlang. Kegiatan pra ekskavasi dilangsungkan selama lima  hari, mulai 4 hingga 8 Nopember 2020. Pra ekskavasi objek cagar budaya berlokasi di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang berdasarkan laporan Komunitas Jelajah Jejak Malang pada 13 April 2020

Sebelumnya tim BPCB Jawa Timur meninjau dan melakukan observasi awal pada 23 Juli 2020. Tim arkeolog BPCB Jawa Timur observasi atas temuan struktur bata kuno yang diduga sebagai objek cagar budaya.

BPCB Jawa Timur saat melakukan pra ekskavasi menemukan sebuah bangunan yang diduga candi. Terbuat dari struktur batu bata merah. Bangunan candi berukuran 6 meter kali 6 meter, dengan ketinggian terdiri atas tiga lapis tumpukan batu bata merah. Masing-masing batu bata merah berukuran panjang 38-40 centimeter, lebar 28-30 centimeter, dan tebal 9-10 centimeter.

Pra ekskavasi ini telah menampakkan sebuah dapur candi, menghadap arah barat laut.  Berorientasi ke arah tenggara. Diperkirakan candi berstruktur batu bata kuno ini berasal dari periode sebelum Singhasari. Bisa jadi dari masa periode Mataram Kuno.

Selain ditemukannya bangunan yang diduga candi, pada saat awal Komunitas Jelajah Jejak Malang ke lokasi pada 10 April 2020 menemukan beberapa pecahan gerabah dan keramik. Fragmen gerabah dan keramik ditemukan di sekitar area situs Langlang.

Struktur batu bata kuno diduga bangunan candi menghadap ke arah barat laut, dan berorientasi ke arah tenggara. (Foto : Restu Respati).

Pada Sabtu 7 Nopember 2020, tim ekskavasi menemukan pecahan batu bata merah berukir. Temuan ini akan diteliti lebih lanjut untuk menentukan periodesasi candi dibangun. Temuan sejumlah data arkelogis tersebut menjadi bukti awal. Selanjutnya akan dilakukan kajian untuk mengungkap identitas bangunan dan situs.

Batu bata merah berukir, sepertinya adalah Antefiks. Antefiks adalah sebuah unsur bangunan yang berfungsi sebagai hiasan bagian luar pada bangunan candi. Antefiks bersifat struktural sehingga tidak dapat berdiri sendiri melainkan menyatu dengan bangunan induk.

Antefik dapat menginformasikan tentang teknologi pembuatan, bahan baku, ragam pola hias yang dapat dijadikan bahan pengembangan penelitian ilmu pengetahuan. Antefiks memiliki keterkaitan dengan perkembangan dan dinamika kebudayaan yang terjadi pada masa lampau terutama pada masa klasik (Hindu Budha).

Perbandingan batu bata merah baru dan batu bata merah kuno di Situs Langlang. Ukuran batu bata merah baru panjang 20 centimeter, lebar 10 centimeter dan tebal 5 centimeter. Sedangkan ukuran batu bata merah kuno panjang 40 centimeter, lebar 30 centimeter dan tebal 10 centimeter. Perbandingan 1 : 12.

Ekskavasi lanjutan diperlukan untuk menampakkan bangunan secara utuh. Serta menemukan sumuran yang biasa digunakan menaruh peripih yang biasanya terdapat pada sebuah candi.

Sambil menunggu proses ekskavasi lanjutan, pihak BPCB Jawa Timur mengimbau masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian Situs Langlang. Keamanan situs perlu dijaga dari faktor manusia dan alam. Yakni dengan memasang pagar dan atap.

Langlang, 8 Nopember 2020

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini