Menyulap Dinding Tua Menjadi Menarik Bermotif Damar Kurung

Mahasiswa UMM melukis tembok tua bermotif damar kurung. (Foto : Humas UMM).

Terakota.id–Tembok tua dan kusam di Kampung Kemasan Jalan Nyai Ajeng Arem-Arem Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik tampil segar dan artistik. Tembok dicat dengan desain pola lukisam di damar kurung. Warna cerah dan menyegarkan mata menjadi pilihan, seperti motif damar kurung.

Tak sembarang lukisan, namun syarat makna dan pesan edukasi. Lukisan menceritakan kisah dan sejarah Kampung Kemasan. Lukisan ini merupakan karya para mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Garda PR. Bagian dari praktikum Public Relations III bekerjasama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Pekelingan Sejahtera Gresik.

Mural bermotif damar kurung kreasi mahasiswa UMM. (Foto Humas UMM).

Mereka menyulap tembok tua yang usang menjadi media menyajikan seni mural dengan pola khas damar kurung. Damar kurung merupakan lentera tradisi muslim di Gresik. Mereka membuat damar kurung khusus untuk menyambut malam lailatur qadar saat Ramadan. Damar kurung dipasang di depan rumah saat malam tiba.

Damar kurung berbentuk segi empat, ditempel kertas dengan rangka kayu. Agar lentera tetap hidup terhindar dari angin. Kertas damar kurung dilukis warna-warni, cerah. Lukisan dengan beragam motif.

“Sejarah disampaikan melalui lukisan, agar generasi muda mengenal dan tahu sejarah desanya,” kata koordinator mahasiswa Garda PR, Alifia Setya melalui siaran pers yang diterima Terakota.id.

Kampung Kemasan merupakan salah satu kampung heritage beragam berderet bangunan bersejarah berarsitektur berkawinan khas Cina, Eropa dan Timur Tengah. Menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik untuk berswafoto. Seni murah yang disajikan di tembok diharapkan bisa menarik minat wisatawan.

Agar semakin banyak wisatawan yang hadir, dan berkunjung. Wisatawan bisa berjalan berkeliling Kampung Kemasan dan berfoto di kawasan yang menyimpan sejarah Gresik masa lalu. Sejauh ini, katanya, tak banyak wisatawan yang mengenal sejarah Gresik, khususnya Kampung Kemasan.

Mahasiswa UMM melukis mural bermotif damar kurung kreasi. (Foto Humas UMM).

Alifia menilai Kampung Kemasan memiliki potensi besar, mengembangkan wisata sejarah. Lanataran bangunan tua memiliki sejarah, dan karakteristik yang berbeda dank has. “Potensi ini akan digarap melalui programyang bersifat berkelanjutan,” katanya.

Lurah Pekelingan, Muslik mengaku bersyukur mahasiswa UMM membantu destination branding kelurahan yang dipimpinnya. Ia berharap semakin banyak wisatawan yang mengenal dan datang ke Pekelingan. “Ini gebrakan besar, semoga bisa membuat Kampung Kemasan semakin dikenal banyak orang,” katanya.

Berharap lahir beragam inovasi yang menarik. Sehingga secara langsung bisa meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat setempat.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini