Menjaga Ngawonggo Lestari

Reporter : Muklis Abadi | Ahmad Iksan

Terakota.id–Puluhan mahasiswa Sejarah Universitas Negeri Malang mencabuti rumput dan lumut di sekitar kolam di Dusun Nanasan, Desa Ngawongo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Bukan sembarang kolam, mereka tengah membersihkan situs petirtan Ngawonggo. Sebuah situs yang ramai dibicarakan publik sejak dua tahun lalu.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah Universitas Negeri Malang ini membersihkan situs untuk turut berpartisipasi merawat dan melestarikan situs. Kerja bakti dilangsungkan 17-18 November 2018. Para mahasiswa kerja bakti bersama masyarakat setempat.

Merawat sekaligus memberikan pendidikan sejarah atas situs yang ada di desa Ngawonggo. Tujuannya agar masyarakat peduli dan menjaga situs warisan leluhur. Selama ini situs tertutup rumput tebal. Masyarakat awalnya menggunakan kolam untuk mandi, dan mencuci.

Rahmad Yasin, 26 tahun, yang pertama kali berinisiatif membersihkan situs. Yasin semasa kecil sering bermain di lokasi situs. Ia sadar jika situs harus dijaga dan dbersihkan. Selama ini situs dibiarkan terbengkalai. Mengajak sejumlah teman, Yasin dan temannya yang tergabung dalam komunitas vespa, ikut membersihan situs.

Rupanya langkah Yasin membersihkan situs menginspirasi masyarakat sekitar turut ikut membersihkan, merawat dan melestarikan. Masyarakat ikut kerja bakti, menjaga dan merawat situs.

Sejarawan Universitas Negeri Malang M. Dwi Cahyono menjelaskan pertitan berasal dari era pemerintahan Mpu Sindok pada abad 944 Masehi. Desa Ngawonggo merupakan desa kuno, dulu bernama Kaswangga yang tertulis dalam Prasasti Wurandungan. Desa Kaswangga menjadi tempat Kadewaguruan, sebuah perguruan untuk mendidik kader muda pada masa lampau.

Letak patirtan Ngawonggo sangat berbeda dari patirtan yang ditemukan di tempat lain. Yakni konstruksi situs mengikuti kontur tebing sungai Manten. Beberapa relief Ganesha menegaskan Patirtan merupakan tempat yang sakral pada masa lampau.

Petugas dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan melakukan identifikasi pada sebuah bangunan yang di duga sebuah situs purbakala yang di temukan warga di antara sungai dan saluran irigasi di Desa Ngawonggo, Kec. Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur 25 April 2017. Siitus tersebut di duga merupakan sebuah petirtan atau kolam pemandian berundak yang dibangngun pada masa akhir Kerajaan Singosari atau awal Kerajaan Majapahit. (Foto/Aris Hidayat)

Selain itu, terdapat pula beberapa bekas peninggalan pintu air kuno, sehingga Dwi menyebut penggunaan teknologi pengairan kuno menyatu dengan lingkungan atau paleo-hidrologi. Teknologi ini telah diterapkan penduduk Desa Kaswangga sejak lama. Situs mulai ditinggalkan masyarakat sekitar 1980-an. Saat itu berkembang teknologi pembuatan sumur dan jaringan pipa air minum dari PDAM masuk desa setempat.

“Masyarakat tak lagi beraktivitas di situs, tapi di rumah masing-masing,” katanya,

Selain memberikan pendidikan sejarah, masyarakat juga dibekali cara  mengelola situs sebagai tempat wisata. Salah seorang dosen sejarah Universitas Negeri Malang Ulfatun Nafiah dilibatkan menggerakkan masyarakat pariwisata. “Desa ini memiliki potensi berkembang,” katanya,

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang, Rifky Hilman menjelaskan alasan Patirtan Ngawonggo menjadi lokasi kerja bakti. Salah satu faktor adalah ketidakpedulian pemerintah dan masyarakat terhadap situs purbakala.

Salah satu relief di situs patirtan di Desa Ngawonggo, Tajinan, Malang, Jawa timur. (Foto/Hari Istiawan)

Sehingga penting, peninggalan peradaban Nusantara dijaga dan dilestarikan. Warga desa kewalahan merawat dan membersihkan situs Patirtan Ngawonggo. Sehingga tak maksimal dan terlihat terbengkalai. “Sepatutnya mahasiswa sejarah sebagai agen perubahan turun langsung mendatangi situs yang terbengkalai,” katanya.

Selain itu membangun ikatan dengan komunitas sejarah dan masyarakat setempat. Situs Patirtan Ngawonggo belum tercatat dalam Cagar Budaya Kabupaten Malang. Rifky berharap kegiatan ini berlanjut dengan target utama agar situs Patirtan Ngawonggo mendapatkan status sebagai warisan cagar budaya.

 

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini