Menilik Festival Tembakau Madura Secara Virtual

Terakota.id—Tidak bisa menikmati Festival Tembakau Madura #3 tahun 2021 pada Sabtu-Minggu, 2-3 Oktober 2021 karena Pandemi Covid-19? Jangan khawatir, kita bisa menikmati festival tradisi yang diselenggarakan masyarakat Desa Lebeng Timur Kecamatan Pasongsongan, Sumenep secara virtual.

”Anda bisa menyaksikan di kanal Youtube Festival Tembakau Madura  pada 16 Oktober 2021,” kata Ketua Panitia Festival Tembakau, Saifullah melalui siaran pers yang diterima Terakota.id.

Festival Tembakau Madura dilangsungkan Yayasan Masyarakat Tembakau Lebeng Timur bersama masyarakat desa seusai panen tembakau. Sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan alam subur dan mendapat menghidupi masyarakat.

Festival pertama kali diselenggarakan 2019. Festival juga diharapkan turut memelihara ekosistem perkebunan tembakau, membuka ruang penyaluran hasil perkebunan tembakau, membangun komunikasi lintas agrarian. Selain itu, merepresentasi nilai-nilai tradisi, adat-istiadat serta melestarikan seni dan kebudayaan masyarakat agraris.

Lebeng Timur merupakan merupakan salah satu desa budaya dari 359 desa budaya yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penetapan desa budaya atas beberapa kriteria, antara lain terdapat warisan cagar budaya, ritus adat, dan data kesenian.

Sedangkan Desa Lebeng Timur terpilih dan ditetapkan sebagai desa budaya karena rutin menghelat Festival Tembakau Madura yang berbasis masyarakat.

Pada Festival Tembakau Madura ketiga 2021 ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendanai melalui program Pemajuan Kebudayaan Desa. Sedangkan sebelumnya sumber dana berasal dari swadaya masyarakat. Festival dilangsungkan dalam lingkup internal masyarakat Desa Lebeng Timur saja, dan tertutup untuk masyarakat umum.

Sementara,  masyarakat umum bisa menyaksikan secara virtual. Konsep ini dipilih sebagai upaya adaptasi dan mencegah persebaran Covid-19. Beragam kegiatan bisa disaksikan secara virtual.

Dimulai dengan lomba permainan tradisional Kerrabhân Opè, yakni permainan tradisional adu kecepatan dalam menarik pelepah kelapa yang dilombakan untuk anak-anak. Sedangkan malam hari, dilanjutkan pertunjukan kesenian rakyat. Ditutup dengan pelepasan Dhâmar Korong, yaitu balon udara khas Madura yang terbuat dari kertas dan diterbangkan dengan asap dari bahan bakar api.

Sedangkan hari kedua, 2 Oktober 2021 dimulai pagi hari dimulai dengan panen ikan di waduk desa secara bersama-sama masyarakat Desa Lebeng Timur. Dilanjutkan sore hari lomba permainan tradisional Mèsel Bhâko dan Masat Bhâko untuk dewasa. Mèsel Bhâko adalah lomba melinting tembakau dengan kriteria kecepatan dan keindahan hasil linting.

Malam hari, dilanjutkan dengan tasyakur desa berupa tahlil, sholawat, ceramah dan doa. Sepanjang hari hingga larut malam, dipamerkan Galeri Tembakau, Parade Tembakau dan Kopi Kacang. Galeri Tembakau merupakan pameran foto jenis tembakau khas Madura, kegiatan petani sepanjang musim tembakau dan dokumentasi acara kegiatan Festival Tembakau Madura sebelumnya.

Pasar dan Parade Tembakau merupakan acara pameran dari jenis tembakau Madura. Masyarakat dipersilakan mencicipi setiap jenis tembakau ataupun membelinya. Sedangkan Kopi Kacang adalah suguhan khas saat musim panen tembakau tiba. Sajian untuk menjamu para perajang yang bekerja mengiris daun tembakau.

Masyarakat Desa Lebeng Timur tidak menggantungkan hidupnya semata-mata pada kegiatan ekonomi yang melibatkan pertukaran barang dan jasa. Mereka lebih menggantungkan hidupnya pada hasil bumi atau alam. Sehingga patut disyukuri saat pandemi, alam masih menghidupi mereka.

“Festival Tembakau #3 tahun 2021 menjadi ruang bermunajat untuk bersyukur dan berdoa kepada Allah SWT serta membuka ruang spiritual dan sosial bagi masyarakat Desa Lebeng Timur,” kata Saifulah.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini