Mendobrak Tatanan dan Dominasi: Awal Mula Lady Rocker Indonesia

Terakota.id–Sejumlah julukan disematkan pers musik kepada Sylvia Saartje sebagai lady rocker pertama Indonesia dekade 1970-an. Meliputi Kuda Binal, Kuda Kesurupan, dan Betina Rock. Julukan itu datang dari mayoritas jurnalis lelaki kala itu. Kemunculan lady rocker di Indonesia tidak serta merta memicu kemunculan jurnalis musik perempuan yang bisa jadi menulis kaum hawa di pentas musik cadas dengan lebih ramah gender.

Kehadiran Sylvia Saartje menjadi anomali yang mewarnai sekaligus mendobrak tatanan musik rock Indonesia yang sebelumnya masih didominasi kaum adam. Bagaimana memetakan awal eksistensi lady rocker dalam kebudayaan Indonesia, berikut angkatan lady rocker angkatan 1970-an, 1980-an, 1990-an, 2000-an hingga kini?

Mari kita telusur bersama Sylvia Saartje secara daring. Bersama Penyanyi Trie Utami, Fasilitator Ruang Perempuan dan Tulisan Dewi Kharisma Michellia, Komikus, Musisi, dan Pengurus Lesbumi NU Aji Prasetyo, Moderator Jepri Ristiono dari Kelompok Diskusi Soedjatmoko.

Bincang Film Dokumenter Sylvia Saartje secara daring, berlangsung pada Sabtu, 20 November 2021 Pukul 15.00 – 17.00 WIB

Join Zoom Meeting

https://us02web.zoom.us/j/88392186429pwd=cmwyUzYwb0FUTmZ4VFRFM25RWFNvUT09

Meeting ID: 883 9218 6429

Passcode: Jipi

Diselenggarakan oleh
■ Yayasan Terakota
■ Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan 2021, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbudsitek RI
■ Perkumpulan Periset Karavan Cendekia
■ Kelompok Diskusi Soedjatmoko
_

Film Dokumenter SYLVIA SAARTJE, Lady Rocker Pertama Indonesia

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini