Mencicipi Klepon Gempol Pasuruan

mencicipi-klepon-gempol-pasuruan
Kue klepon khas Gempol, Pasuruan. (Foto : Lokalkarya.com)

Terakota.idJagad media sosial ramai membincangkan mengenai kue klepon, setelah disebut bukan jajanan islami. Unggahan foto dibagikan pemilik akun Twitter @Irenecutemom. Foto tersebut dibagikan13.300 kali, 11 ribu komentar dan disukai 20 ribu orang. Foto itu bersumber dari akun instagram abu ikhwan azis.

Foto unggahan bertuliskan, “Kue klepon tidak Islami. Yuk tinggalkan jajanan yang tidak Islami dengan cara membeli jajanan Islami. Aneka kurma yang tersedia di toko Syariah kami….”Abu Ikhwan Aziz.

Kue klepon merupakan penganan tradisional berbahan beras ketan berbentuk bola kecil berisi gula merah, Biasa berwarna hijau dengan pewarna alami dari daun suji. Klepon dimakan dengan baluran parutan kelapa.

Klepon biasa disajikan di atas wadah terbuat dari daun pisang. Wikipedia menulis kue klepon tersebar di Nusantara dengan berbagai sebutan. Di Sumatra, Sulawesi, disebut onde-onde. Sedangkan di Malaysia disebut kue Melaka.

Buku Ensiklopedi makanan tradisional di Pulau Jawa dan Pulau Madura, Ernayanti, 2003 mencatat kue klepon memiliki makna nilai sosial. Sebagai perekat antar individu. “Kue klepon sering disuguhkan sebagai makanan pembika di acara hajatan dalam tadisi Jawa.”

Tasteatlas menyebut asal usul klepon dari Jawa. Perlu dicatat istilah onde-onde biasanya mengacu istilah bola nasi jin deui asal Cina.”Bola klepon secara tradisional disajikan dalam daun pisang,” tulis tasteatlas.

Buku Indisch leven in Nederland terbitan J.M. Meulenhoff, 2006  mengisahkan aneka makanan dan kudapan dari Indonesia yang diperkenalkan imigran Indonesia di Belanda sejak 1950-an. Sarapan ada hidangan sayuran dan beberapa lauk pauk, seperti serundeng atau abon atau kadang-kadang sepotong dendeng. “Ketika saya pergi bermain dengan teman-teman, toples kue segera muncul berisi emping melonjo dan minuman susu kental manis. Sedang sore hari ditemani teh, dengan kue lezat klepon, roti kukus dan ketan hitam.”

 Gempol Sentra Produksi Klepon

Saat melintas di Gempol, Pasuruan jangan lupa mampir ke warung yang menjajakan kue klepon. Warung berjajar di sepanjang jalan menjajakan kue tradisional saban hari. Klepon biasa menjadi oleh-oleh khas Pasuruan. Dibungkus di dalam besek atau wadah dari anyaman bambu. Setiap warung rata-rata menjual sampai 50 kilogram klepon per hari. Sedangkan saat liburan lebaran bisa melonjak sampai 110 kilogram.

Di tangan pemuda bernama Reynaldi Angga Pratama Sazali klepon disajikan beraneka rasa. Klepon akhirnya menjadi kudapan primadona bagi anak muda yang menyukai sesuatu yang unik dan berbeda.

“Awalnya orang tua saya menjual klepon rasa pandan berisi gula Jawa. Mulai 2011 saya berinovasi memasarkan klepon untuk menyasar anak muda,” kata Reynaldi seperti dilansir Antara.

Awalnya memulai dengan inovasi rasa apel dengan berbagai ujicoba. Karena tak semua buah bisa menyatu dengan kelapa yang menjadi ciri khas jajanan klepon. Pada 2013, kembali berinovasi menggunakan buah durian lokal Pasrepan sebagai sentra penghasil durian.

“Sejak itu menjual klepon rasa buah durian, melon, stroberi, anggur, pandan atau original, dan coklat,” ujarnya.

Atas inovasinya, ia mendapat penghargaan bidang entrepreneur. Pada 2014 peringkat 25 besar di Bisnis Plan tingkat nasional yang diselenggarakan Institut Sepuluh November (ITS) di Surabaya. Meraih peringkat enam besar dalam ajang Diplomat Succes Challange 2014.

Menuju sentra klepon di Gempol tak susah, warung klepon berjajar di sepanjang jalan Malang-Surabaya. Dari Malang, saat memasuki Gempol Anda silahkan amati di kanan dan kiri jalan. Berjalan pelan-pelan Anda bisa memilih aneka klepon yang dijajakan.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini