Membumikan Budaya Panji untuk Generasi Milenial

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Sinarto menyerahkan piagam pernghargaan kepada penyaji seni dari Komunitas Laras Aji Kabupaten Malang (Terakota/Wulan Eka)

Penulis : Wulan Eka*

Terakota.idBudaya Panji seperti harta budaya yang dimiliki dunia, sebagai pusaka yang tak akan habis digali. Budaya Panji berkelana di seluruh Nusantara hingga ke kawasan Indo China. Menjadi beragam kesenian tradisi di Thailand, Malaysia, Myanmar dan Kamboja.

“Budaya Panji harta budaya dunia, tak hanya milik masyarakat Malang, Jawa Timur atau Indonesia.” Kata Tim Kelompok Kerja Indonesiana, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Eggy Yunaedi saat membuka Festival Panji Nusantara di Taman Krida Budaya Jawa Timur, 27 November 2020.

Eggy mengajak penonton untuk turut menguri-uri atau melestarikan, dan mengembangkan budaya Panji. Festival Panji Nusantara berlangsung dua hari, 27-28 November 2020. Diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sinarto mengapresiasi para pihak yang mendukung terselenggaranya festival. Secara simbolis penghargaan diberikan kepada penyaji seni Sanggar Andhe Andhe Lumut Kabupaten Kediri, Sanggar Sekartaji Kabupaten Kediri, dan Komunitas Laras Aji Kabupaten Malang.

Samsul Subakir alias Mbah Kardjo memberi wayang suket atau puspa sarira kepada pengunjung Festival Panji. (Terakota/ Wulan Eka).

Sinarto berharap festival Panji internasional yang harusnya digelar tahun ini bisa terselenggara tahun depan. Rencananya bakal diselenggarakan Budaya Panji internasional, tapi kondisi tidak memungkinkan. “Semoga tahun depan bisa terselenggara untuk mengukir proses kreatif milenial kita dalam kebudayaan Panji,” ujar Sunarto.

Festival Panji Nusantara 2020 bertema Literasi dan Visualisasi Budaya Panji. Koordinator acara, Efie Wijayanti mengatakan literasi dan visualisasi penting dilakukan sebagai transformasi dan inkubasi Panji untuk kaum milenial. “Sebagai upaya mengenalkan budaya Panji bagi generasi muda,” ujarnya.

Beragam kegiatan, festival menghadirkan bedah naskah Wayang Beber, seminar literasi Panji, pameran dan gelar seni budaya berbasis sastra Panji.

*Reporter magang, tengah menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini