Melawat dan Mencicipi Wine di Hungaria

melawat-dan-mencicipi-wine-di-hungaria
Maharani mencicipi wine bersama Attila Palinkas di pabrik wine Palinkas Pinceszet. (Foto : dokumen pribadi).

Oleh : Maharani*

Terakota.id–Seorang wanita paruh baya menyambut ramah. Senyum mengembang di bibir Janosne Palinkas menyambut kedatangan saya saat memasuki gerbang pabrik pengolahan minuman anggur atau wine. Pabrik  terletak di jalan Hegalya di kota Abasar, Hungaria.  Akrab, setelah perkenalan. Putranya Attila Palinkas, mengajak masuk dan  menerima ke dalam ruang utama. Ia langsung menyodorkan  sedikit  cabernet sauvignon kepada saya.

Attila merupakan tester atau tasting. Menurutnya meski menjabat sebagai Presiden Direktur dan marketing dan wine expert keluarga  setiap wine yang dikemas dalam botol harus mencicipi kualitasnya.

Sebagai pakar, ia menunjukkan cara menguji kualitas wine. Gelas kristal berisi wine diputar-putar, gelas mendekat ke hindung, mencium aromanya. Lantas gelas beralih mendarat di bibir, mencecap wine. Keahlian mencicipi wine diwarisi turun temurun. Menjadi kebiasaan yang dilakukan puluhan tahun.

Setelah beberapa detik, ”enak dan kuat aromanya.”

Dibutuhkan ilmu khusus untuk mengetes kualitas wine. Perusahaan wine ”Palinkas Pinceszet” berdiri sejak 1998 di Provinsi Heves. Lokasinya di lereng pegunungan Matra. Palinkas merupakan perusahaan keluarga yang diwariskan turun-temurun.

Leluhurnya mengajarkan mengolah anggur terbaik sehingga menghasilkan minuman yang berkualitas.  Palinkas Pincsezet berada di kota kecil Abasar dengan bidang utama  usaha penanaman dan penjualan buah anggur dan wine. Ada wine cellar di bawah tanah dan terdapat tempat untuk mencicipi berbagai wine produksi mereka atau wine tasting.

Memiliki lahan pengolahan seluas 90 hektare di beberapa tempat. Termasuk di lereng, bukit-bukit sejauh mata memandang. Mengolah 100 jenis anggur yang setelah diproses menjadi 20 macam wine jenis red maupun white, rose wine dan champagne.

Ruangan showroom dipajang ribuan botol wine dijajar berderet di lemari khusus. Terdiri dari wine berbagai tahun produksi dan merek pabrik lain sebagai pembanding.

Janosne Palinkas sabar mengantar berkeliling ke pabrik untuk melihat pemrosesan dan penyimpan wine secara tradisional. Penyimpanan berada di bawah tanah (wine cellar). Terjaga dengan suhu 12 sampai 14 celcius sesuai standar suhu penyimpanan terbaik segala jenis wine.

Ia mengantar berkeliling sembari menjelaskan seluruh tahapan proses pembuatan wine. Mulai masa panen yang dimulai pada September-Oktober. Melongok Wine cellar seolah hidup di gua batu. Lorong panjang dan dalam.

Katika menjelaskan gua penyimpanan dibangun ratusan tahun oleh leluhurnya.
Sedangkan proses pembuatan, pembotolan sampai penyimpanan memerlukan waktu satu sampai dua bulan. Kadar alkohol antara 12 sampi 14 persen.

Di dalam cellar yang dingin dan berjamur. Di dinding berjajar alat produksi mulai tradisional sampai peralatan moderen. Kualitas selalu terkontrol dan penampungannya mampu memasok kapasitas besar. Lebih dari 1.000 botol dipasok untuk memenuhi permintaan pasar lokal dan ekspor ke Eropa. Meliputi Polandia, Inggris dan Negara lainnya.

Drum kayu tradisional berjajar di dalam cellar untuk menyimpan berbagai jenis anggur. Mulai yang besar terbuat dari stainless steel reservoir masing-masing dilengkapi dengan label jenis anggur. Waktu produksi dan jenis anggur yang berbeda-beda. Suhu dan peralatan selalu dikontrol.

Di dalam cellar bawah tanah, saya sempat mencicipi tiga jenis yaitu red wine, white wine dan rose wine. Semua diproses khusus dan memiliki warna botol berbeda red light bening, rose wine berwarna merah muda berasal dari anggur merah namun proses ekstraksi yang lebih singkat dibandingkan red wine.  Sedangkan white wine rasanya lebih soft and fine. Sungguh luar biasa nikmat sesuai karakternya, makin tua usia produksinya makin menjadi.

Beberapa ratus botol wine usia tua tanpa label, berusia sekitar 25 sampai 50 tahun. Koleksi botol minuman dengan jumlah terbatas. Ada kolektor atau konsumen khusus membayar harga khusus untuk old wine.

Perusahaan wine ini menyerap puluhan pekerja musiman setiap tahun. Panen dimulai antara Agustus sampai Oktober. Perusahaan ini merupakan satu dari puluhan perusahaan pembuat wine terbaik di kawasan ini.

Hidup para petani anggur berkecukupan. Selain harga buah anggur dan spirit wine cukup bagus, pemerintah memperhatikan dan mensubdisi petani-petani di Hungaria. Termasuk perusahaan anggur sebagai sumber pendapatan utama pemerintah daerah dan menyerap tenaga kerja lokal.

Terbuka kemungkinan peluang ekspor ke Indonesia. Kapasitas produksi bisa ditambah antara 500 sampai 1.000 botol wine. Dibutuhkan kerjasama dengan importir untuk ekspor ke Indonesia.

Akhirnya saya pamit dan membawa sebotol red wine kekfrankos, cabernet sauvignon, syrah dryMatrai Labirintus 2014” produksi Palinkas Pinceszet.  Tak lupa saya menyampaikan terimakasih kepada Mr. Peter Bezi yang memperkenalkan kepada Katika. Sehingga bisa melongok langsung pabrik wine.

*Pelukis dan traveler

Surel : dwirachmatikamaharani@gmail.com
FB : Maharani Art
IG : Pavilionsix

Pembaca Terakota.id bisa mengirim tulisan reportase, artikel, foto atau video tentang seni, budaya, sejarah dan perjalanan ke email : redaksi@terakota.id. Tulisan yang menarik akan diterbitkan di kanal terasiana.

 

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini