Media Bisa Lebih Berkuasa atas Masyarakat Daripada Pemerintah Siapa Pengendali Media, Dia yang Akan Berkuasa

Ilustrasi: interactive.aljazeera.com
Iklan terakota

Terakota.ID-Darimana datangnya stigma bangsa Arab sebagai teroris ? Ternyata dari media dan pendidikan. Media lah yang membangun stigma tentang keberingasan di antara keduanya. Juga pendidikan dasar yang sengaja dibentuk oleh mereka. Agar anak-anak tersebut kelak akan menjadi pasukannya.

Isu pandemi Covid-19 pun juga dikendalikan media. Lalu untuk apa media melakukan hal tersebut dan siapakah pengendali di balik media ?  Politik media dan media sebagai sarana membangun isu, hoaks dan doktrin dalam mencapai sebuah tujuan ekonomi dan kekuasaan telah berumur cukup tua.

Di era Milenial ini media masih sebagai panglima untuk merumuskan kekuasaan ataupun penguasaan asset sebuah wilayah. Apakah masyarakat secara umum telah menyadari hal tersebut ? Youtube, Twitter, acara Televisi adalah bagian terpenting sebagai proses membangun perubahan sosial dan kebudayaan.

Dalam kasus Perang Rusia – Ukraina, perang isu lewat media juga dilakukan Amerika dan NATO untuk membangun opini buruk tentang Rusia. Agar mendapat dukungan dari negara anggota PBB guna semakin menekan dan melemahkan kekuatan Rusia.

Tapi Rusia pun melawan isu media yang dibangun oleh barat lewat media juga, kabarnya YouTube dan Goggle menutup akses informasi Rusia. Sehingga kekuatan opini Rusia di barat dihadapkan akan melemah. Tetapi kecanggihan teknologi membuktikan bahwa pendukung Rusia dari negara lain seperti masyarakat Indonesia masih bisa mengakses kabar dari Rusia dan mengkabarkan lewat kanal Youtube, Google, Whatsapp yang notabene perusahaan milik warga Amerika.

Ilustrasi: su.edu.pk

Teknologi media semakin berkembang pesat di era milenial ini. Tidak lain berfungsi sebagai pengkabaran kepada umat manusia atas apa yang terjadi di ujung dunia lain. Sekaligus sebagai ajang menawarkan sebuah produk, kepentingan politik dan bahkan sebagai strategi indoktrinasi dan strategi peperangan.

Negara maju telah memanfaatkan media sebagai bagian dari membangun opini dalam peperangan ataupun penjajahan secara ekonomi. Karenanya pemerintah sebuah negara sudah seharusnya punya ketegasan untuk memfilter semua isu yang bisa merugikan bangsa dan negara. Apakah pemerintah dan masyarakat secara umum di Indonesia telah menyadari pentingnya sebuah media ?

Apakah pemerintah telah melakukan pemfilteran arus besar media dari luar negeri yang bisa merugikan negara ? Pemerintah Iran, China, Kuba, Korea Utara telah melakukan pemfilteran terhadap arus media yang akan berpotensi merubah masyarakatnya ke arah yang bisa merugikan kepentingan bangsa dan negaranya. Sehingga negara-negara tersebut menjadi pengisi pada acara pesta kehidupan dunia.

 

Sabtu 7 Mei 2022

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini