Matinya Universitas dan Berakhirnya Sekolahan

Terakota.id – Matinya universitas pernah diramalkan oleh Noam Chomsky dalam tulisanya bertajuk The Death of The American University. Judul tulisan tersebut memang merujuk pada Amerika, namun permasalahan yang sama sesungguhnya bisa saja terjadi di universitas lain. Kematian universitas ini bukan tanpa sebab.

Era disrupsi yang mampu memutarbalikkan lapangan kerja merupakan penyebab utamanya. Universitas yang bergerak dan bekerja dengan cara lama, pasti akan mengalami senjakalanya. Berbagai macam (bentuk) kuliah daring terus menerus bermunculan. Di Indonesia ada platform IndonesiaX yang dapat diakses oleh seluruh mahasiswa manapun. Pengajarnya pun juga tidak main-main, mulai dari profesor hingga menteri.

Di luar negeri ada Coursera, perkuliahan yang disajikan dalam Coursera pun bermacam-macam dan diampu oleh dosen-dosen kelas wahid dari perguruan tinggi berkelas internasional. Tidak ada alasan bagi generasi muda untuk tidak mendapat ilmu. Mereka dapat mengakses ilmu sesuai dengan kebutuhan dengan jangka waktu serta durasi dan lokasi yang mereka tentukan sendiri.

Lantas bagaimana dengan sekolah? Sama halnya dengan universitas, sekolah pun juga demikian. Aktivitas home scholling sudah mulai marak digaungkan. Kondisi home schooling bukan lagi kondisi yang dijalankan secara terpaksa, melainkan secara sadar. Orang tua yang tahu pasti pada kelebihan anaknya dan ingin menuntun anaknya menjadi seorang profesional dalam satu atau dua bidang, pasti akan memilih jalur ini.

Penyedia layanan belajar seperti halnya ruang guru dan yang lainya juga semakin banyak bermunculan. Melalui aplikasi, anak dapat belajar secara efektif dan efisien serta mengembangkan bakatnya. Beberapa anak juga memilih mempelajari sesuatu lewat Youtube. Bermunculan anak anak yang mahir secara otodidiak karena mempelajari hal-hal baru melalui channel yang sering mereka singgahi.

Pergeseran cita-cita juga merupakan faktor utama penyebab meredupnya universitas dan sekolah konvensional untuk diminati. Tidak jarang anak sekarang mulai mencetuskan cita-cita untuk menjadi seorang youtuber, pengelola akun media sosial, hingga influencer. Ini semua dipengaruhi oleh tontonan dan tuntunan yang mereka genggam. Dulu televisi dan koran merupakan media arus utama yang berperan besar dalam menentukan selera hingga cita-cita seseorang.

Patokan sukses adalah orang yang bekerja di kantor, menjadi pegawai, berjas berdasi dan tampil rapi. Keberadaan youtubers muda membombardir prespektif itu semua. Youtubers yang juga sebagai influencer ini berhasil menunjukkan bahwa kesuksesan memiliki seribu satu jalan yang bisa ditempuh dengan usaha masing-masing. Beragam pencapaian seperti keberhasilan membeli rumah, mobil, dan barang-barang mewah merupakan iming-iming maha dasyat yang mampu memengaruhi selera generasi muda.

Di sisi lain, otomatisasi pekerjaan sudah semakin masif. Secara umum ada dua pandangan yang mampu melihat fenomena ini. Pandangan pertama adalah pandangan yang pesimis. Pandangan ini seringkali mengeluhkan dampak dari otomatisasi pekerjaan seperti halnya pemecatan masal, sulitnya mencari kerja, hingga penghapusan lowongan kerja pada sektor-sektor tertentu. Pandangan berikutnya adalah pandangan optimis. Pandangan ini meyakini bahwa otomatisasi pekerjaan membuat manusia menjaadi manusia yang seutuhnya. Pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya berulang, membosankan, beresiko tinggi dapat dikerjakan oleh mesin.

Kondisi ini sesungguhnya membuat manusia memiliki waktu luang untuk berinovasi. Manusia tidak lagi mengerjakan hal yang berulang secara terus menerus hingga bosan dan menumpulkan daya kreatifitas mereka. Otomatisasi pekerjaan membuat manusia memiliki banyak rancangan baru, ide segar, dan inovasi baru untuk mengembangkan passionya menjadi lebih inofatif, kreatif, bahkan atraktif. Generasi Z dan Alfa cenderung berada pada posisi kedua ini. Secara mental, mereka jauh lebih siap karena dilahirkan pada era yang serba berkembang.

Tidak jarang dari mereka yang menginginkan hal-hal baru bahkan memiliki cita-cita baru untuk mengembangkan karirnya. Mereka sudah tidak mau lagi bekerja secara monoton, berulang, dan membosankan. Keadaan ini agak kontras ketika mereka berada di sekolah atau universitas yang guru dan dosennya masih terpaku pada pola lama. Permasalahan ini tidak hanya terjadi pada satu dua tempat atau universitas, melainkan terjadi dalam berbagai tempat pendidikan. Inilah fenomena global yang harus ditanggulangi bersama.

Agar unversitas dan sekolahan tidak mati, diperlukan kesadaran untuk mengubah pola-pola konvensional dan kuno. Jean Piaget mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, tidak hanya untuk menambah pengetahuan saja. Banyak pengetahuan tapi tidak berguna dan tak mampu meningkatkan taraf hidupnya maka sama saja dengan pembodohan terstruktur. Kurikulum sekolahan harus dibuat secara out of the box, ujian nasional juga sudah bukan lagi penentu utama hidup dan mati karir siswa. Hal ini bertujuan untuk membebaskan sekolah dalam melaksanakan MBS atau Manajemen Berbasis Sekolah.

Setiap sekolah pasti memiliki siswa dengan karakter tertentu. Sekolah di daerah pegunungan tentu berbeda dengan sekolah yang berada di dekat lautan. Keluwesan Manajemen Berbasis Sekolah adalah penentu untuk mewujudnyatakan cita-cita anak. Sekolah harus mampu adaptif baik pada lingkungan maupun masyarakat. Tidak ada sekolah favorit karena setiap sekolah mampu untuk menjadi unik dan memiliki karakter sendiri. Murid-murid yang masuk pun pastinya juga sesuai dengan karakter sekolah tersebut.

Bagi universitas, diperlukan usaha ekstra untuk menjaring mahasiswa baik secara luring maupun daring. Pembukaan kelas-kelas daring juga dapat digunakan sebagai wujud nyata pada model pembelajaran yang inovatif. Nantinya bukan tidak mungkin akan banyak mahasiswa yang memilih kelas daring ini daripada kelas luring. Kesibukan dan hasrat untuk menjadi manusia seutuhnya yang didukung dengan akses serba pintar merupakan faktor-faktor yang membuat prediksi ini nantinya akan terwujud.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini