Masker Wajah pada Dua Monumen Pahlawan di Malang

Terakota.id – Tim ahli cagar budaya Kota Malang mencari orang atau komunitas yang dengan sengaja memasang masker ke dua monumen bersejarah. Perbuatan yang diangap tak patut dan harus dituntut pertanggungjawabannya.

Dua monumen itu yakni Monumen Pahlawan TRIP berbentuk dua patung pelajar memanggul senjata di Jalan Pahlawan TRIP. Serta Patung Hamid Rusdi di Jalan Simpang Balapan. Masker dipasang di wajah patung tersebut secara bersamaan pada Selasa, 18 September.

“Kami telusuri ke beberapa komunitas siapa yang memasang masker itu. Siapapun itu dan apa tujuannya, tindakan mereka sangat tak pantas,” kata Sekretaris Tim Cagar Budaya Kota Malang, Agung Buana.

Pemasangan masker itu diduga dilakukan pada malam hari dan baru diketahui warga pagi harinya. Ada dugaan pula, aksi itu sebagai bentu protes sosial. Baik itu atas polusi udara maupun kasus korupsi massal yang terjadi di Kota Malang.

Meski demikian, aksi itu sangat disesalkan oleh para pegiat sejarah dan cagar budaya di Kota Malang. Sebab, Monumen Pahlawan TRIP dan Patung Hamid Rusdi jadi tetenger pernah terjadi peristiwa bersejarah di kota ini.

Menurut Agung, sebaiknya jika ada komunitas yang menggelar protes sosial bisa melakukan dengan cara lebih elegan. Di luar negeri, metode aksi dengan memanfaatkan monumen masih bisa dianggap lumrah. Tapi aksi street art itu tak sesuai kalau di lakukan di Indonesia.

“Di luar negeri mungkin dianggap lumrah. Kalau di Indonesia, ada nilai nasionalisme yang harus dijunjung bersama,” ujar Agung.

Monumen Pahlawan TRIP berada tak jauh dari Taman Makam Pahlawan TRIP. Pada masa lalu, di tempat itu terjadi pertempuan antara Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) saat Agresi Militer Belanda I pada 31 Juli 1947.

Sebanyak 35 pejuang pelajar gugur dalam peristiwa itu, dilindas oleh tank Belanda. Para pahlawan itu kemudian dikuburkan massal di pemakaman tersebut. Taman Makam Pahlawan TRIP diresmikan Presiden Soekarno pada 1959. Monumen berupa patung dua pelajar memanggul senjata didirikan untuk mengenang peristiwa itu.

Sedangkan Patung Hamid Rusdi didirikan untuk mengenang jasa Mayor Hamid Rusdi. Pejuang asli Malang itu bertempur pada tiga zaman. Sejak masa pra kemerdekaan melawan Belanda, Jepang hingga mempertahankan kemerdekaan. Hamid Rusdi gugur ditembak Belanda pada Maret, 1949.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini